Jakarta – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera kini mengalihkan fokus utama pemulihan ke tahap pembangunan permanen.
Langkah ini diambil menyusul pulihnya layanan dasar masyarakat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa prioritas saat ini adalah memperkuat infrastruktur yang sebelumnya hanya bersifat fungsional menjadi permanen.
Upaya ini dinilai krusial agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan normal.
“Prioritas utama ke depan adalah infrastruktur. Kami harus mempermanenkan jalan, jembatan, serta infrastruktur daerah yang belum tersentuh, baik dikerjakan oleh pemerintah daerah maupun diambil alih oleh pemerintah pusat,” ujar Tito usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Tito menjelaskan, proses pemulihan menunjukkan tren positif seiring kembali berjalannya layanan pemerintahan dan aktivitas ekonomi.
Kebutuhan penanganan darurat pun dilaporkan terus menurun seiring membaiknya kondisi di lapangan.
Di sektor kesehatan, seluruh rumah sakit di wilayah terdampak kini beroperasi sepenuhnya.
Pemerintah juga terus memperkuat layanan puskesmas untuk menjamin akses kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Kemajuan serupa terjadi di sektor pendidikan. Sebagian besar sekolah telah kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar, meskipun beberapa di antaranya masih memanfaatkan fasilitas darurat atau menanti proses relokasi.
Terkait hunian, pembangunan hunian sementara (huntara) telah mencapai tahap akhir. Satgas PRR mencatat sebanyak 20.104 unit telah terbangun, atau setara dengan 97 persen dari total target 20.674 unit.
“Laporan dari rapat Selasa lalu, para bupati, terutama di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, menyatakan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda,” tambah Tito.
Selain hunian, infrastruktur dasar seperti jaringan listrik, operasional SPBU, dan pasar rakyat telah berfungsi normal.
Tito menegaskan, percepatan pembangunan infrastruktur permanen ini sekaligus bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di masa depan.






