DaerahKabupaten AgamPemerintah

Pemkab Agam dan BKKBN Sumbar Perkuat Pelayanan KB di Lokasi Bencana

52
×

Pemkab Agam dan BKKBN Sumbar Perkuat Pelayanan KB di Lokasi Bencana

Sebarkan artikel ini

Agam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam berkolaborasi dengan BKKBN Sumatera Barat menggencarkan layanan Keluarga Berencana (KB) di wilayah terdampak bencana.

Langkah ini diawali dengan pelayanan dan workshop bidan di Puskesmas Matur pada Rabu (5/8/2026), yang akan berlanjut di Puskesmas Koto Alam pada Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini menyasar penguatan akses kontrasepsi bagi masyarakat setempat. Sebanyak 11 akseptor tercatat telah mendapatkan layanan kontrasepsi jangka panjang, yang terdiri dari delapan pengguna implan dan tiga pengguna IUD.

Plt. Kepala Dinas Dalduk KB PP PA Kabupaten Agam, Dandi Pribadi, menegaskan bahwa intervensi ini krusial untuk menekan angka kehamilan tidak diinginkan sekaligus mengatur jarak kelahiran demi menciptakan keluarga yang berkualitas.

“Salah satu cara mengatasi permasalahan ini adalah melalui peningkatan pelayanan kontrasepsi,” ujar Dandi.

Ia mengakui sejumlah tantangan masih membayangi, mulai dari tingginya angka putus pakai atau drop out KB hingga rendahnya penggunaan kontrasepsi modern di kalangan pasangan usia subur.

Selain itu, fenomena pernikahan usia muda dan persoalan kesehatan reproduksi menjadi catatan serius yang perlu ditangani.

Lebih jauh, Dandi menekankan bahwa penguatan layanan KB merupakan bagian integral dari strategi percepatan penurunan stunting. Kondisi 4T-terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak melahirkan-menjadi faktor pemicu tidak langsung yang harus dimitigasi.

“Kami berharap kegiatan ini mampu menurunkan kasus stunting serta menekan jumlah keluarga berisiko stunting di Kabupaten Agam. Kerja sama seluruh pihak sangat dibutuhkan agar target ini tercapai,” tegasnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, menambahkan perluasan akses kontrasepsi di area terdampak bencana menjadi prioritas.

Langkah ini memastikan hak kesehatan reproduksi masyarakat tetap terjaga meskipun dalam kondisi pemulihan pascabencana.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.