PemerintahSumatera Barat

Perkuat Mitigasi Bencana, Pemprov Sumbar Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Nasional

161
×

Perkuat Mitigasi Bencana, Pemprov Sumbar Luncurkan Gerakan Tobat Ekologis Nasional

Sebarkan artikel ini

Padang Pariaman – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat, mencanangkan Gerakan Tobat Ekologis di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya mitigasi bencana hidrometeorologi melalui aksi penanaman pohon.

Dalam kunjungan tersebut, keduanya turut meninjau inovasi Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC) yang diterapkan di area kampus.

Menteri Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keseimbangan lingkungan global.

Pemerintah pusat menginisiasi Gerakan Tobat Ekologis Nasional sebagai langkah konkret dalam memperbaiki kerusakan alam.

Program ini mencakup rehabilitasi lahan kritis, pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular, perdagangan karbon, hingga penciptaan lapangan kerja hijau.

Jumhur mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi aktif sesuai dengan kapasitas, wewenang, dan keahlian masing-masing.

Gubernur Mahyeldi menilai gerakan ini sangat relevan dengan kondisi Sumatera Barat yang rentan terhadap bencana banjir dan longsor.

Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan kini menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan risiko bencana di masa depan.

Saat ini, Pemprov Sumbar telah mewajibkan perkantoran dan sekolah untuk mengelola sampah secara mandiri di sumbernya.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi beban tempat pemrosesan akhir sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di masyarakat.

Mahyeldi pun mengapresiasi Politeknik Pelayaran Sumbar yang sukses mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pupuk dan cairan pengendali hama.

Ia berharap inovasi pengelolaan sampah terpadu ini dapat direplikasi oleh institusi pendidikan dan perkantoran lainnya di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Dalam kesempatan tersebut, PT PLN UID Sumbar menyerahkan bantuan 5.000 bibit kelapa untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

PT Semen Padang juga turut berkontribusi dengan menyerahkan 3.300 bibit mangrove guna merehabilitasi kawasan pesisir.

Pemprov Sumbar berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak demi menciptakan ketahanan daerah yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.