
PADANG, KABARSUMBAR – Wakil Gubernur (Wagub) Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengingatkan kepada pemilih pemula atau pelajar SMA se-kota Padang agar tidak boleh bersikap apatis dan golput saat pemilihan umum (Pemilu) Presiden dan Legislatif 17 April 2019 mendatang.
Dikatakannya, dialog politik ini dilakukan untuk memberi pengertian dan pemahaman kepada murid Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tidak mendapatkan pendidikan politik di lingkungan sekolah, sementara hampir setiap hari bersentuhan dengan isu-isu politik.
“Ananda harus tentukan pilihan dan jangan menjadi orang abu-abu yang tidak mempunyai pilihan.Karena dalam politik tidak boleh abu-abu atau golput,” kata Nasrul saat membuka acara Dialog Politik bersama Generasi Muda (Siswa-Siswi SLTA se-Kota Padang) yang digelar di Nan Tongga Ballroom Hotel Basko Padang, Rabu (28/11/2018).
Dilanjutkannya, generasi muda betul-betul harus dewasa dalam menentukan arah pilihannya. Agar pada pilpres maupun pileg memang benar-benar yang membawa aspirasi.
“Jadi, bersikap dewasalah. Pilih benar-benar mendengar aspirasi kita dan tentukan pilihan yang sesuai dan terbaik. Jangan terpengaruh dengan isu-isu politik yang tidak benar,” katanya.
Selain itu Nasrul menjelaskan politik kadang diterjemahkan sebagai upaya untuk merebut kekuasaan dengan segala sumber daya yang dimiliki. Sementara yang lain memaknai politik sebagai upaya meraih kekuatan guna dijadikan sebagai wahana pengabdian kepada bangsa dan negara.
Wagub menggarisbawahi bahwa kebebasan yang dimiliki dapat dimanfaatkan tanpa harus keluar dari koridor demokrasi yang telah ditegakkan di atas perbedaan dan keberagamaan.
“Kita harus menerima demokrasi yang kini sangat terbuka, tapi jangan sampai kebablasan. Tidak boleh saling melukai hanya karena berbeda pilihan,” pungkasnya.
Nasrul mengajak peserta yang sebagian besarnya telah memasuki usia Pemilih Pemula, untuk bisa menentukan siapa yang akan diberikan kekuasaan untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Dalam pelaksanaannya nanti, peserta akan diberikan kebebasan penuh untuk menentukan pilihan dan diajarkan untuk menggunakan kebebasannya dengan tepat,” ujarnya
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar, Nazwir menyebutkan kegiatan dialog politik genarasi muda ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pengetahun politik kepada generasi muda.
“Generasi muda merupakan pemilih pemula dan mereka yang selalu berhubungan di media sosial. Maka, untuk itu perlunya diberikan pengetahuan politik ini agar mereka tidak termakan isu-isu politik yang tidak benar yang banyak tersebar di media sosial,” ujarnya.
Selain itu, untuk menambah partisipasi pemilih pemula. Karena, pemilih pemula ini sering abai untuk menentukan pilihannya dan menekan angka golput. Dengan Partisipasi pemilih pemula di Sumbar diharapkan mengalami peningkatan,” ujarnya.
Dialog politik ini diikuti 175 siswa SMA se-Kota Padang yang akan mengulas tiga materi yakni pemilu sebagai wahana pendidikan politik, pentingnya pendidikan politik dalam budaya yang demokratis dan peran Pemerintah Daerah dalam pendidikan politik.
(Putri Caprita)






