Pemerintah

Usung Konsep Pendidikan Surau Modern, Gubernur Sumbar Resmikan SMP Islam Darul Hakim

63
×

Usung Konsep Pendidikan Surau Modern, Gubernur Sumbar Resmikan SMP Islam Darul Hakim

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah meresmikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Darul Hakim, yang berada di Jorong Bumbung, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa pagi (02/06/2026).

Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Akademi Surau Indonesia itu diharapkan menjadi pusat pendidikan yang memadukan nilai-nilai keislaman, budaya Minangkabau, dan teknologi informasi.

Selain dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, kegiatan peresmian sekolah ini juga Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badrito Resha, Hakim Agung Mahkamah Agung-RI Irfan Fachruddin, Fokopimda, Forkopimca, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyambut baik berdirinya SMP Islam Darul Hakim. Ia menilai kehadiran sekolah tersebut merupakan bentuk kepedulian perantau terhadap kemajuan pendidikan di kampung halaman.

“Ini perlu kita syukuri. Seorang Hakim Agung membangun sekolah di Situjuah. Ini menunjukkan kepedulian perantau terhadap pendidikan dan generasi masa depan,” katanya.

Mahyeldi menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan bangsa.

“Kita harus serius membangun pendidikan karena dari sinilah lahir generasi yang akan berpikir dan bekerja untuk masa depan. Saya yakin dan percaya Bapak Irfan Fachruddin memiliki kepedulian besar terhadap umat dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Akademi Surau Indonesia, Irfan Fachruddin, mengatakan lahirnya Akademi Surau Indonesia berangkat dari pengalaman hidupnya yang banyak belajar di surau-surau sejak kecil.

Menurutnya, nama Akademi Surau juga memiliki cerita tersendiri yang berasal dari candaan almarhum ayahnya ketika ditanya wartawan mengenai kepanjangan nama lembaga tersebut.

“Nama Akademi Surau berasal dari candaan almarhum ayah saya. Saya sendiri belajar dari surau ke surau. Karena itu konsep surau kami jadikan sebagai konsep pendidikan yang bisa diterapkan di sekolah maupun madrasah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, salah satu alasan utama mendirikan SMP Islam Darul Hakim adalah untuk membangkitkan kembali fungsi surau sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

“Kami ingin membangkitkan kembali surau-surau. Konsep pendidikan surau yang pernah melahirkan banyak tokoh besar perlu dihadirkan kembali dalam sistem pendidikan saat ini,” katanya.

Irfan menegaskan bahwa pembangunan lembaga pendidikan sejatinya merupakan tanggung jawab negara. Namun, masyarakat juga dapat berkontribusi melalui berbagai inisiatif untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Ketua Yayasan Akademi Surau Indonesia, Syamsuardi Dt. Paduko Majo Indo, menjelaskan bahwa pendirian SMP Islam Darul Hakim merupakan inisiatif Hakim Agung, Irfan Fachruddin yang merupakan putra ulama besar Situjuah, almarhum Fachruddin HS.

“Adapun inisiasi sekolah ini didirikan oleh tokoh Situjuah Batua, Bapak Irfan Fachruddin, yang sehari-hari bertugas sebagai Hakim Agung RI dan merupakan putra ulama besar kita, Fachruddin HS,” katanya.

Ia mengatakan sekolah tersebut akan mulai menerima siswa pada tahun ajaran baru yang dimulai Juli mendatang dengan membuka dua rombongan belajar.

“Peserta didik kami harapkan tidak hanya berasal dari kawasan Situjuah Limo Nagari, tetapi juga dari luar daerah,” ujarnya.

Menurut Syamsuardi, sekolah ini mengusung konsep pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan pendidikan surau, penguatan teknologi informasi (IT), serta nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau sebagai muatan lokal unggulan.

“Target kami menjadikan sekolah ini sebagai ikon pendidikan yang tidak hanya menjalankan kurikulum nasional secara utuh, tetapi juga menghadirkan pendidikan surau, penguatan IT, serta adat dan budaya Minangkabau,” katanya.

Untuk mendukung operasional sekolah, yayasan telah merekrut 15 tenaga pendidik dan kependidikan yang telah mengikuti pelatihan selama satu pekan.

Ia juga menyebutkan lingkungan sekolah yang asri dengan luas lahan sekitar lima hektare menjadi salah satu daya tarik utama bagi calon peserta didik dan orang tua.

“Salah satu kebutuhan anak dan orang tua adalah kenyamanan belajar. Alhamdulillah, sekolah ini memiliki lingkungan yang cukup luas dan nyaman sehingga anak-anak bisa belajar dan bermain dengan baik,” ujarnya.

Saat ini, SMP Islam Darul Hakim memiliki enam ruangan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, perkantoran, laboratorium, dan fasilitas teknologi informasi. Sistem pendidikan yang diterapkan masih berupa full day school, namun ke depan akan dikembangkan menjadi sekolah berasrama (boarding school).

“Masjid sudah dibangun dan saat ini kami juga sedang memproses pembangunan asrama serta rusunawa untuk mendukung program boarding school ke depan,” tutupnya. (Ikhlasul Ihsan)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.