9 Tahun Hilang, Hari Ini Adipura Kembali Ke Tanah Datar

  • Bagikan
Fhoto : Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyerahkan piala adipura kepada Wabup Zuldafri Darma, Senin (14/01) di Jakarta. (Humas)
Fhoto : Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyerahkan piala adipura kepada Wabup Zuldafri Darma, Senin (14/01) di Jakarta. (Humas)

TANAH DATAR, KABARSUMBAR – Setelah 9 tahun tidak lagi menjadi daerah terbersih, kali ini diawal tahun 2019 Piala Adipura menyambangi kembali kota Batusangkar, ibukota Kabupaten Tanah Datar.

Dan hari ini, Selasa (15/01) piala yang ditunggu tunggu masyarakat itu akan diarak keliling kota Batusangkar, guna menghargai kehadirannya yang hampir 10 tahun hilang begitu saja.

Piala Adipura yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden  RI Jusuf Kalla yang didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya di Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Senin (14/01) kemaren. Diterima langsung oleh
Wabup Zuldafri Darma.

Hadir juga saat itu, Kadis Perkim Lingkungan Hidup Desi Trikorina, Kadis Kominfo Abrar, Staf Ahli Bupati Nuryedisman, Kabag Humas dan Protokol Syahril serta beberapa Kabid dan Kasi di Dinas Perkim LH Tanah Datar.

Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan jika penghargaan ini merupakan bentuk kinerja pengurangan sampah oleh Kabupaten/kota.

“Kepada seluruh daerah yang memperoleh penghargaan adipura ini, berdasarkan atas penilaian pada tahun 2017-2018 kepada daerah yang dianggap bersih,” ujar Jusuf Kalla.

Sumando Tanah Datar ini juga menyebutkan, ada 146 penghargaan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah, yakni 1 Adipura Kencana, 119 Adipura, 10 Sertifikat Adipura, 5 Plakat Adipura dan 11 Penghargaan kinerja pengurangan sampah oleh Kabupaten/kota.

Menteri Lingkungan Hidup RI Siti Nurbaya, juga menyebutkan program penilaian ini sudah dimulai sejak tahun 1986 lalu, namun sempat terhenti dari tahun 1998 karena situasi politik Indonesia. Setelah diteliti, diperoleh kesimpulan Indonesia mengalami penurunan kebersihan, sehingga 2002 program ini dilaksanakan kembali sampai sekarang.

“Dengan program adipura diharapkan  seluruh daerah di Indonesia bisa dan termotivasi dalam mengelola sampah sehingga daerahnya bersih dan nyaman. Ini sesuai UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, maka diharapkan pemerintah Kabupaten/Kota harus lakukan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan Sistem Pembuangan terbuka menggantinya dengan sistem lahan urug saniter,” sebut Siti Nurbaya.

Sementara itu, Wakil Bupati Zuldafri Darma usai menerima piala adipura ini mengucapkan apresiasi kepada OPD terkait yang telah berusaha untuk menjadikan Tanah Datar kembali mendapatkan piala yang sudah 9 tahun hilang.

Katanya, ini adalah sebuah prestasi bagi masyarakat Tanah Datar khususnya kota batusangkar yang telah bersama-sama dengan OPD terkait dan dukungan semua pihak.

“Tahun ini kembali kepangkuan Tanah Datar. Kita tidak akan puas dengan prestasi, kita jadikan penghargaan ini menjadi pelecut semangat, agar kita bisa hidup bersih, dan akan bermuara kepada kenyamanan dalam berakrifitas sehari-hari,” Ucap Wabup.

Dalam kesempatan ini, beberapa kota yang memperoleh penghargaan adipura pada tahun sebelumnya, tapi belum beralih dalam pengelolaan sampah, maka tidak memenuhi syarat. Makanya untuk tahun ini hanya ada 119 kota yang peroleh penghargaan.(ddy)

  • Bagikan