Film “Sansai” Garapan Mahasiswa dan Dosen UNP Tayang Perdana Hari Ini

"Tayang perdana di Teater Tertutup Mursal Esten Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang mulai pukul 09.00 WIB"

Film Sansai

 

PADANG, KABARSUMBAR – Setelah menunggu beberapa bulan Film Pendek “Sansai” garapan FKM Production ini akan tayang perdana hari ini, Jumat (16/11/2018) di Teater Tertutup Mursal Esten Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang mulai pukul 09.00 WIB.

Selaku Pembina FKM Production Zalmasri mengatakan film tersebut merupakan ekranisasi dari sebuah novel Sansai karya Ermanto, Guru Besar Bidang Bahasa di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang, Sumbar, yang telah banyak melahirkan buku-buku fiksi maupun non-fiksi.

“Film ini hasil adaptasi dari novel Sansai karya dosen jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNP, yang berawal dari hasil coretan di status media sosial, facebook,” ungkapnya.

Pihaknya menjelaskan, dalam pembuatan film Sansai melibatkan beberapa mahasiswa dan dosen sebagai aktor atau aktris. Sedangkan untuk lokasi pembuatan film dilakukan di beberapa daerah wilayah Sumbar, seperti Pariaman, Padang Pariaman, dan sekitar Kota Padang.

Adapun pemeran utama dalam film Sansai yang disutradarai Tio Furqon Pratama ini, yakni Yozi Alta Pranata sebagai Barlian, sedangkan Nurlela diperankan oleh Nursiah. Tentu, dengan nama yang dipakai dalam film ini sangat kental dengan nuansa Minangkabau-nya.

Dikatakannya, film Sansai sangat direkomendasikan bagi penyuka ilmu bidang kesusastraan, baik bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, pegiat sastra, budaya, dan film terkait ranah sosial budaya.

“Film ini kental dengan tentang Minangkabau, baik tentang budaya, sosial, adat, bahkan persoalan ekonomi yang diceritakan dalam novel Sansai,” paparnya.

Sekilas terkait film yang beranjak dari novel Sansai ini, menampilkan persoalan sosial, budaya, dan ekonomi orang Minang di kampung. Dengan menampilkan persoalan orang-orang terpinggirkan oleh permasalahan adat dan ekonomi, hingga berujung hidup di perantauan.

Film Sansai juga menampilkan berbagai lika-liku kehidupan di perantauan sebagai budaya orang Minangkabau untuk mengangkat harkat dan martabat keluarga.

Tidak hanga itu, pada hari yang sama juga ditayangkan film Rumah untuk Kemanakan yang diadaptasi dari cerpen sastrawan Sumbar, Iyut Fitra. Kemudian, juga akan diselingi diskusi tentang film dengan Muhammad Arief, seorang sutradara film Surau dan Silek serta film Liam dan Laila yang juga berlatar Minangkabau.

“Nanti juga ada pemutaran film Rumah untuk Kemanakan disutradarai Pegi Aulia, dan dilanjutkan diskusi tentang film. Untuk itu mari sama-sama kita sukseskan karya generasi urang awak ini,” ajaknya.

Jadi bagi masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) yang hobi nonton, ada kabar gembira nih, terutama bagi penikmat film yang kental dengan budaya atau kultur daerah tertentu “Film Sansai” pilihan yang tepat. Hanya dengan Rp10 ribu untuk tiket, penonton bisa bertemu langsung aktor dan aktrisnya.

Mari dukung karya anak bangsa dengan cara ikut menonton film ini.

(Putri Caprita)

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...