Industri Manufaktur Indonesia Berjaya Atas Tiongkok Saat Pandemi

  • Bagikan
Foto : Industri manufaktur Indonesia berjaya di tahun ini (internet)

JAKARTA – Pandemi COVID-19 membuat hampir semua sektor industri lesu, tak terkecuali Indonesia. Namun, Industri manufaktur di Indonesia tak demikian. Tercatat industri ini makin jaya saat pandemi menyerang. Ini terlihat dari meningkatnya Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia dari level 51,3 ke 52,2.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, menyebut ia optimis pada tahun ini industri manufaktur Indonesia akan bangkit kembali, dilihat dari peningkatan PMI.

“Bisa kita lihat pada angka PMI/Purchasing Manager’s Index dari bulan November sampai Desember telah kembali pada titik ekspansif, dan pada awal Januari 2021 tercatat sebesar 52,2 poin,” sebutnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Selasa 9 Februari 2021

Dilansir dari Detik Finance, Selasa 9 Februari 2021, Indonesia berada di atas Tiongkok dan beberapa negara di ASEAN. Berdasarkan data dari Kemenperin, PMI manufaktur Vietnam berada di level 51,3, Thailand 49,0, dan Malaysia 48,9.

Sementara itu di tingkat ASEAN, PMI manufakturnya berada di level 51,4, dan PMI manufaktur China turun ke level 51,3 dari bulan sebelumnya 51,9 pada tahun ini.

“(PMI manufaktur Indonesia) lebih tinggi di antara negara-negara di ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Vietnam, bahkan lebih tinggi dari Tiongkok,” tuturnya.

Kemenperin mempunyai beberapa target capaian. Diantaranya industri pengolahan non migas meningkat 3,95% hingga 4%, nilai ekspor industri pengolahan mencapai US$ 135 miliar, serta nilai investasi industri pengolahan mencapai Rp 323,56 triliun.

Nilai ekspor industri pengolahan tahun ini lebih tinggi bila dibandingkan dua tahun terakhir.  Nilai ekspor industri pengolahan tahun ini mencapai US$ 131,13 miliar.

“Begitu juga dengan nilai investasi sektor industri pengolahan yang mampu mencatat nilai sebesar Rp 272,9 triliun, ini lebih baik dari nilai investasi selama 2 tahun terakhir,” pungkasnya.

  • Bagikan