EkonomiKabupaten Pesisir SelatanSumatera Barat

Rahmat Saleh Tinjau Program Jagung Nasional di Pessel

60
×

Rahmat Saleh Tinjau Program Jagung Nasional di Pessel

Sebarkan artikel ini

Pessel – Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh menyebut pengembangan jagung di Sumatera Barat ditargetkan naik menjadi 4.000 hektare pada 2026. Target itu meningkat dari realisasi 2025 yang telah mencapai 3.000 hektare.

Hal itu disampaikan Rahmat saat meninjau langsung pelaksanaan program swasembada jagung di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026).

Menurut Rahmat, penambahan luas tanam menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program nasional.

Ia mengatakan Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu wilayah strategis dalam pengembangan jagung di Sumbar.

Pada 2025, sekitar 800 hektare dari total 3.000 hektare lahan jagung provinsi berada di daerah tersebut.

“Hari ini kita meninjau langsung realisasi penanaman jagung di Ranah Pesisir. Potensinya luar biasa, sepanjang mata memandang lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan jagung,” ujarnya.

Rahmat menilai masih banyak lahan yang berpotensi digarap untuk mendukung kenaikan target pada tahun depan.

Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah akan diperkuat agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.

Untuk mendukung peningkatan luas tanam, Rahmat menyebut bantuan kepada petani tidak hanya berupa pendampingan, tetapi juga penyaluran benih jagung agar produktivitas lahan ikut meningkat.

“Bantuan bibit sudah kita dorong, tapi yang lebih penting adalah memastikan penanaman benar-benar terjadi dan berkelanjutan,” katanya.

Rahmat menegaskan, target 4.000 hektare pada 2026 merupakan bagian dari upaya menyukseskan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini bagian dari upaya kita menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” ucapnya.

Keberhasilan target tersebut, lanjut Rahmat, bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani agar perluasan lahan tanam dapat diikuti peningkatan produksi jagung di Sumbar.

“Semua harus berjalan beriringan, tidak bisa sendiri-sendiri, jika kita ingin mencapai target yang telah ditetapkan,” harapnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.