Jumlah Kecelakaan Pada Operasi Ketupat 2018 Turun 25 Persen

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Singgamata
Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Singgamata
Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Singgamata
Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Singgamata

PADANG, KABARSUMBAR—Operasi Ketupat Singgalang 2018 akan berlangsung sampai 18 hari. Ditlantas Polda Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah kasus kecelakaan turun 25 persen dibandingkan periode lebaran 2017, Minggu (18/6/2018).

Persentase angka tersebut tercatat mulai H-7 sampai dengan H+2 Idul Fitri 2018 atau 10 hari Operasi Ketupat Singgalang 2018 dilaksanakan. Hal ini dikatakan Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Singgamata kepada Kabarsumbar saat dikonfirmasi, Minggu sore kemarin.

Persentase tersebut, jumlah angka kecelakaan ada 88 kasus, dimana 19 jiwa tercatat meninggal dunia.

Singgamata menerangkan, angka kecelakaan berujung pada kehilangan nyawa mencapai 39 persen atau turun dari tahun sebelumnya saat operasi serupa dilaksanakan.

Berdasarkan uraian kecelakaan, luka berat selama Operasi Ketupat Singgalang 2018 digelar ada 10 jiwa, luka ringan 147 jiwa. Sementara tahun lalu, angka luka berat ada 43 jiwa, luka ringan 177 jiwa.

Terkait kerugian materiil, terhitung H-7 sampai dengan H+2 Lebaran 2018 mencapai Rp260.800.000.- atau 12 persen, artinya turun dari angka kerugian pada lebaran tahun lalu, sebesar Rp295.400.000.-

Persamaan pendataan itu, terhitung H-7 sampai H+2 lebaran, baik tahun ini maupun tahun lalu. Meskipun demikian, akan tetap memantau dan melakukan pengamanan, sebab Operasi Ketupat Singgalang 2018 masih berlangsung.

“Angka kecelakaan dan kerugian materiil terjadi penurunan di tahun, ini dikarenakan kerja keras dengan melakukan pemetaan, dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas,” ungkap Singgamata, yang pernah jadi Sespri Presiden RI ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

[Putri Caprita]