Kasus Pertama Positif Covid-19 Di Kota Solok, Wako Berharap Masyarakat Tidak Panik

Solok Kota – Wali Kota Solok Zul Elfian, selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Solok pagi ini, Selasa 19 Mei 2020 umumkan bahwa 1 (satu) masyarakat Kota Solok terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) dalam Konferensi Pers yang bertempat di Lobby lt.2 Balaikota Solok, turut mendampingi Wakil-wakil Ketua Gugus yakni Dandim 0309/Solok Letkol ARM Reno Triambodo, Kajari Kota Solok Donny Haryono Setiyawan, serta Kepala Dinas Kesehatan Ambun Kadri.

“Sampai dengan hari kemarin Tim Gugus Tugas telah berupaya semaksimal mungkin melaksanakan kewajibannya, namun kemaren malam tepatnya, ada salah seorang warga kita yang terverifikasi positif terinfeksi covid-19” ungkap wako.

Wako menjelaskan bahwa Pada tanggal 14 Tim Gugus Tugas melalukan tes Swab secara acak sesuai dengan permintaan dari Gubernur Sumatera barat dengan pengambilan sampel sebanyak 50 orang dari berbagai kalangan.

Pada saat pelaksanaan tes swab tersebut yang bersangkutan, Laki laki umur 25 Tahun beralamat di Kelurahan Nan Balimo Kecamatan Tanjung Harapan kota Solok, beliau mendatangi posko PSC dengan niat memeriksakan diri karena khawatir terjangkit Covid-19. Hal ini dikarenakan pekerjaan yang bersangkutan sebagai distributor keliling (tukang kampas) yang mengharuskan beliau selalu berkeliling mengantarkan dagangannya ke berbagai agen/toko di beberapa wilayah Kab dan Kota lain di Sumatera Barat. Karena pekerjaan beliau ini berisiko tinggi tertular Covid-19 maka petugas menyarankan untuk dilaksanakan tes SWAB, dan beliau ini setuju.

Hasil SWAB kemudian dikirim ke Provinsi untuk diperiksa di Laboratorium Unand dan pada hari Senin tanggal 18 Mei 2020 sekira Pukul 19.00 WIB hasil pemeriksaan tersebut telah keluar dan yang bersangkutan dinyatakan POSITIF Covid-19 (Pasien 01 Kota Solok).

Menindak lanjuti hasil tes tersebut petugas dari dinas kesehatan langsung menghubungi pasien yang sedang berada di luar kota (Kab. Dharmasraya) untuk segera kembali ke Solok guna menjalani Isolasi di tempat yang telah disiapkan, pasien berjanji segera pulang dan pada saat sampai di Kota Solok langsung dilakukan isolasi di Posko Covid-19 Banda Pandung. Isolasi juga dilakukan pada kontak erat yang bersangkutan dalam ini adalah Istri, Kakak dan Iparnya. Petugas dinas kesehatan juga akan melaksanakan tracing dan tracking terkait kasus tersebut diatas.

Selain itu, Wako juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Solok masih menunggu hasil swab yang akan dilakukan pada OTG (orang Tanpa Gejala) sebanyak 51 orang, yang memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi positif Koto Baru Kabupaten solok yang meninggal beberapa hari yang lalu.

Zul Elfian menghimbau kepada masyarakat Kota Solok untuk selalu lakukan dukungan moril terhadap pasien ataupun keluarga dari ODP, OTG, PDP dan Positif COVID-19. “mereka adalah saudara-saudara kita, mari bersama sama kita dukung saudara kita agar beliau bisa sembuh dari virus ini” harap wako.

Wako juga berharap agar warga untuk tidak panik tetapi harus semakin meningkatkan kewaspadaan dan tetap mematuhi protokol kesehatan. “wajib Menggunakan Masker apabila harus keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun atau cairan desinfektan, memperhatikan physical distancing dan menahan diri untuk keluar rumah jikalau tidak ada keperluan yang mendesak” himbau Zul Elfian.

Terakhir, Wali Kota tegaskan bahwa Kota Solok saat ini tidak lagi berada pada ZONA HIJAU dan ini WARNING bagi kita semua untuk tetap mengikuti instruksi serta anjuran Pemerintah, karena tanpa dukungan dan Kerja sama semua pihak segala usaha yang kita lakukan untuk mencegah dan menangani penyebaran virus Covid-19 ini akan sia sia.

Setelah ini, Dinas Kesehatan dan satgas akan lakukan upaya pencegahan penyebaran covid-19 di Kota Solok lebih ketat lagi, Mulai dari Tracing dan Tracking, Penyemprotan fasilitas Umum, Piket Posko dan Penyebarluasan informasi dan edukasi bagi masyarakat serta semua hal terkait lainnya.

Fernandez

Loading...
DomaiNesia
BERITA TERKAIT
Komentar
tunggu...