Libur Lebaran, Ratusan Minol Beralkohol Disita Polisi Padang Pariaman

  • Bagikan
Kapolres Padang Pariaman, Sumbar, AKBP Rizki Nugroho menunjukan barang bukti tangkapan pasca lebaran Idul Fitri 1439 H, Kamis (21/6/2018)
Kapolres Padang Pariaman, Sumbar, AKBP Rizki Nugroho menunjukan barang bukti tangkapan pasca lebaran Idul Fitri 1439 H, Kamis (21/6/2018)
Kapolres Padang Pariaman, Sumbar, AKBP Rizki Nugroho menunjukan barang bukti tangkapan pasca lebaran Idul Fitri 1439 H, Kamis (21/6/2018)
Kapolres Padang Pariaman, Sumbar, AKBP Rizki Nugroho menunjukan barang bukti tangkapan pasca lebaran Idul Fitri 1439 H, Kamis (21/6/2018)

PADANG PARIAMAN, KABARSUMBAR—Sebanyak 256 botol minuman botol beralkohol dista jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Ratusan minuman memabukan itu dijemput dari lokasi di dua titik di Kecamatan Nan Sabaris, Kecamatan Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (21/6/2018).

“Minuman keras yang disita diantara 113 merk TKW, 62 merk W&N, 26 merk Newport, 49 merk Anggur Merah dan 12 merk Brandy,” kata Kepala Kepolisian Resor Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho di Mapolres Padang Pariaman.

Tidak hanya itu minuman beralkohol, polisi juga menangkap tiga tersangka, yakni D warga Rimbo Dulang-Dulang, Nagari Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris, kemudian VY, warga Lubuk Alung dan H, warga Korong Pasa, Nagari Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris. Ketiganya saat ini dalam proses penyelidikan.

“Ketiganya tersangka telah kami tahan dan sedang diproses,” katanya.

Penyitaan dan penangkapan ketiga tersangka, berawal dari orgen tunggal, yang tidak mengantongi izin keramaian. Polisi setempat kemudian mendatangi lokasi dan menemukan minuman beralkohol sedang dijual-belikan. Perdagangan itu menggunakan becak motor empat hari setelah lebaran Idul Fitri 1439 H, sekitar pukul 23.00 WIB.

Botol minuman itu pun dibawa oleh polisi bersama pedagangnya. “Kita jemput di sana dan langsung kita proses di Polres,” ungkap Kapolres Padang Pariaman.

Tersangka disangkakan ancaman pidana 6 bulan atau denda maksimal Rp 50 juta dan minimal Rp5 juta, karena melanggar pasal 51B, pasal 51C dan 51E tentang Peraturan Daerah Padang Pariaman Nomor 3/2009.

[Rezki Pratama Jiwa]

  • Bagikan