LKAAM Sumbar Terbuka Jika Bermitra dengan Pemerintah

JAKARTA, KABARSUMBAR – Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) merupakan lembaga payung panji kaum adat di Minangkabau Sumatera Barat (Sumbar).

LKAAM berfungsi sebagai pemutus buhul soal sengketa dan peselisihan adat di Sumbar, LKAAM merupakan lembaga sitawa dan sidingin dalam adat alam minangkabau.

Sehingga itu keberadaannya harus mandiri dan merdeka dalam menjalankan fungsi sebagai payung panji penyelesai dan pencari kata mufakat di Ranah Minang.

“Mandiri itu prinsip, tapi tidak tabu pula LKAAM bermitra strategis dengan pemerintah atau instansi pemerintahan vertikal lain di Sumbar, asal tidak menggerus kemandirian LKAAM itu sendiri,” kata Wakil Ketua LKAAM Sumbar Bidang Sako dan Pusako Ricky Donals Dt Paduko Marajo, Minggu 1 September 2019 via selular.

Ricky Donals pun tidak mau lembaga LKAAM sebagai lembaga peminta-minta APBD. Jika pemerintah paham fungsi dan tugas LKAAM tidak diminta pun, menurutnya, pasti LKAAM diakomodir di APBD Sumbar.

“Tidak begitu jugalah, terlalu luas potensi dimiliki LKAAM untuk eksistensi lembaga ini di Sumbar, ingat datuak di Minangkabau sejak dulu, kini dan kedepan tetap menjadi tokoh di kaumnya, yang bajalan didahului salangkah dan duduk ditinggian sarantiang,” jelas penghulu di Tanjung Alam Tanah Datar ini.

Sekarang, menurut Ricky, tantangan LKAAM ialah merubah mindset tata kelola kelembagaan.

LKAAM kedepan harus bisa memanfaatkan revolusi industri 4.0 terutama membangun sistem integrasi LKAAM dengan generasi milenial minang.

“Insya Allah kita akan membangun aplikasi tanya jawab soal adat alam minangkabau dengan memanfaatkan kemajuan informasi teknologi sesuai era kekinian 4.0,” jelas Ricky Donals.

Selain itu, menurut Ricky dalam era milenial ini, saat informasi ada di ujung jari, LKAAM Sumbar punya tanggung jawab besar mensosialisasikan budaya Minang kepada semua perantau.

Termasuk kaum milenial Minang yang berada di perantauan, Ricky Donals Dt Paduko Marajo katakan dalam waktu dekat LKAAM Sumbar memiliki digital media.

“Digital media itu akan memuat segala aspek tentang adat istiadat, agama, serta budaya minang serta potensi parawisata halal di Sumbar serta kekayaan budaya alam minang kabau, yakni adaik basandi sarak, sarak basandi kitabullah,” harapnya.

Loading...
DomaiNesia
Komentar
tunggu...