Operasi Patuh Singgalang, Polres Solok Arosuka Tilang 768 Pelanggar

Satlantas Polres Solok Arosuka, Sumatera Barat saat melakukan sidang di tempat bagi pengendara pelanggar lalu lintas, dalam rangka operasi patuh 2018, Jumat (4/5/2018) Fernandez/Kabarsumbar Image.
Satlantas Polres Solok Arosuka, Sumatera Barat saat melakukan sidang di tempat bagi pengendara pelanggar lalu lintas, dalam rangka operasi patuh 2018, Jumat (4/5/2018) Fernandez/Kabarsumbar Image.

Solok Arosuka – Dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang (OPS), tepatnya dari 26 April hingga 9 Mei 2018, Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Solok telah mengeluarkan sebanyak 768 surat bukti pelanggaran (Tilang).

“Penindakan tilang pada OPS 2018 meningkat 43 persen dari 2017,” kata Kasat Lantas Polres Solok Arosuka, Iptu Bayful Yendri kepada KABARSUMBAR di Arosuka, Kabupaten Solok, Kamis (11/5/2018).

Tilang sebanyak 768 ini dikeluarkan, setelah Polres Arosuka Solok melakukan operasi patuh dengan sistem razia dan hunting (mencari langsung).

Pelanggaran yang paling dominan dilakukan oleh pengendara adalah tidak membawa SIM (Surat Izin Mengemudi) sebanyak 354 tilang dan tidak membawa STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) atau tidak berlaku lagi mencapai 407 tilang.

“Kemudian, 25 berkas lainnya merupakan tilang pencurian motor (ranmor). Dari keseluruhan 81 tilang merupakan pengendara dibawah umur,” jelas Kasat.

Kasat menambahkan, kendaraan yang ditilang akan diserahkan kepada pemilik setelah sidang dilakukan di Pengadilan Negeri.

Selain itu, target dari operasi patuh ini diantaranya pengemudi menggunakan telepon genggam, melawan arus lalu lintas, berboncengan lebih dari satu, pengemudi dibawah umur, tidak menggunakan helm SNI, pengemudi menggunakan narkoba dan berkendara melebihi batas kecepatan ditentukan.

Selama operasi Patuh Singgalang, setidaknya terjadi tiga kecelakaan Lalu Lintas dengan tiga korban luka ringan sama dengan halnya tahun 2017.

“Kita berharap dengan operasi ini masyarakat semakin sadar dengan aturan lalu lintas, sehingga penyebab laka berkurang,” katanya.

Sementara itu, Satlantas sejatinya sudah melakukan berbagai sosialisasi dan pemberitahuan melalui spanduk dan baliho agar masyarakat melengkapi atribut kendaraan serta mematuhi aturan lalu lintas.

Untuk pengendara dibawah umur, lanjut Kasat, pihaknya akan memberikan sosialisasi lebih sering ke sekolah, sehingga siswa melengkapi atribut kendaraan.

“Kalau perlu Polres akan membuat kesepakatan dengan sekolah, sehingga siswa yang masih di bawah umur bisa dilarang memakai motor,” ujarnya.

Operasi ini rutin digelar polri setiap menjelang Idul Fitri dengan tujuan mengurangi angka kecelakaan di wilayah hukum Polres setempat.

[Fernandez]