PemerintahSumatera Barat

Perkuat Mitigasi Bencana, Gubernur Sumbar Resmikan HF Radar BMKG

72
×

Perkuat Mitigasi Bencana, Gubernur Sumbar Resmikan HF Radar BMKG

Sebarkan artikel ini

Teknologi ini hadir untuk memperkuat sistem mitigasi bencana serta meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di kawasan pesisir Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

gubernur-mahyeldi-resmikan-hf-radar-bmkg-di-pariaman,-perkuat-mitigasi-bencana-pesisir
Gubernur Mahyeldi Resmikan HF Radar BMKG di Pariaman, Perkuat Mitigasi Bencana Pesisir

Pariaman – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meresmikan operasional High Frequency (HF) Radar milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pantai Taman Anas Malik, Jumat (3/7/2026).

Teknologi ini hadir untuk memperkuat sistem mitigasi bencana serta meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di kawasan pesisir Sumatera Barat yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Mahyeldi menyebut perangkat ini sebagai instrumen vital dalam memantau dinamika laut secara real time guna mendeteksi potensi gempa bumi, tsunami, hingga aktivitas megathrust.

“HF Radar ini ibarat mata yang memantau laut dari darat,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, alat tersebut mampu menyajikan informasi akurat mengenai arah arus, tinggi gelombang, serta perubahan kondisi laut sebagai tanda awal bencana.

Selain mitigasi, data dari radar ini juga mendukung keselamatan pelayaran, produktivitas sektor perikanan, hingga penguatan pertahanan wilayah laut Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kini telah menyiagakan empat unit Early Warning System (EWS) tsunami yang akan diintegrasikan secara optimal dengan sistem milik BMKG.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan pemasangan HF Radar merupakan bagian dari proyek Marine Meteorological System (MMS) 2 untuk memperkuat observasi maritim nasional.

Sumatera Barat dipilih sebagai lokasi strategis karena memiliki intensitas pelayaran tinggi serta berada di kawasan rawan bencana geologi.

Radar ini berfungsi memantau parameter oseanografi secara berkelanjutan, sekaligus menjadi pemandu aktivitas nelayan di wilayah tersebut.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut baik kehadiran teknologi ini dan berharap dapat disinergikan dengan pembangunan shelter evakuasi tsunami di daerahnya.

Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen mengintegrasikan data BMKG ke dalam sistem informasi publik agar masyarakat lebih tanggap terhadap potensi bahaya.

Sebagai langkah pendukung, BMKG terus menggencarkan edukasi melalui program Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Sekolah Lapang Iklim, hingga Sekolah Lapang Gempa dan Tsunami.

Peresmian ini turut dihadiri jajaran pimpinan BMKG, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.