Kota PadangPeristiwa

Polisi Ungkap Siswa MAN di Padang Belajar Merakit Bom dari Internet

72
×

Polisi Ungkap Siswa MAN di Padang Belajar Merakit Bom dari Internet

Sebarkan artikel ini

Siswa kelas XII yang menjadi pelaku diketahui mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet dan tayangan video di media sosial sebelum membuat bom rakitan secara mandiri di rumahnya.

Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo di lokasi kejadian, Selasa (14/7/2026). Foto : Istimewa
Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo di lokasi kejadian, Selasa (14/7/2026). Foto : Istimewa

Padang – Kepolisian mengungkap temuan dalam penyelidikan kasus ledakan bom rakitan di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Padang.

Siswa kelas XII yang menjadi pelaku diketahui mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet dan tayangan video di media sosial sebelum membuat bom rakitan secara mandiri di rumahnya.

Temuan tersebut menjadi salah satu fokus pendalaman aparat dalam mengusut rangkaian peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/7). Selain menelusuri motif pelaku, polisi juga mendalami proses pembuatan bom rakitan beserta asal seluruh bahan yang digunakan.

Kapolresta Padang Apri Wibowo menjelaskan hasil penyelidikan sementara menunjukkan pelaku mempelajari cara merakit bahan peledak dari informasi yang diperoleh melalui internet dan berbagai tayangan video di media sosial.

Setelah itu, pelaku mengumpulkan sendiri seluruh bahan yang diperlukan hingga berhasil membuat beberapa perangkat bom rakitan.

“Benda tersebut tidak menggunakan pemicu elektronik ataupun kendali jarak jauh. Ledakan terjadi setelah sumbu dibakar secara manual dengan korek api,” ujarnya.

Menurut Apri, benda rakitan yang digunakan memiliki daya ledak rendah atau low explosive.

Meski sempat menimbulkan suara ledakan dan kepulan asap, kejadian tersebut tidak mengakibatkan kerusakan besar di lingkungan sekolah.

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Situasi di sekolah juga dapat segera dikendalikan setelah petugas melakukan pengamanan di lokasi.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, aparat kepolisian mengamankan sedikitnya tiga bom rakitan yang kini dijadikan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk motif di balik pembuatan bom rakitan tersebut.

Salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Padang, Selasa (14/7/2026). Foto : Istimewa
Salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Padang, Selasa (14/7/2026). Foto : Istimewa

Apri menegaskan penanganan perkara tidak hanya berorientasi pada proses hukum. Menurutnya, pendekatan pembinaan tetap dikedepankan karena pelaku masih berstatus anak dan diduga merupakan korban perundungan.

Ia mengatakan pihak kepolisian akan melibatkan keluarga serta tenaga profesional agar pelaku memperoleh pendampingan psikologis sehingga tidak mengulangi tindakan serupa pada masa mendatang.

Kepolisian juga mengingatkan pentingnya peran sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mengawasi aktivitas anak di ruang digital. Pencegahan perundungan, pendampingan psikologis, serta pengawasan terhadap akses informasi berbahaya di internet dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.