PemerintahSumatera Barat

Polri Distribusikan Bantuan Skala Besar, Fokus Jangkau Daerah Terpencil di Sumbar

281
×

Polri Distribusikan Bantuan Skala Besar, Fokus Jangkau Daerah Terpencil di Sumbar

Sebarkan artikel ini

Sebanyak 50 ton bantuan disalurkan ke wilayah-wilayah terpencil yang terdampak bencana.

dukung-pemulihan-pascabencana-di-sumbar:-wakapolri-lepas-50-ton-logistik-dan-ratusan-personel-ke-jalur-terisolir
Dukung Pemulihan Pascabencana di Sumbar: Wakapolri Lepas 50 Ton Logistik dan Ratusan Personel ke Jalur Terisolir

Padang – Polri terus mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat dengan mendistribusikan bantuan logistik dan sarana prasarana skala besar.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo secara resmi melepas pendistribusian bantuan tersebut pada Minggu (28/12/2025).

Sebanyak 50 ton bantuan disalurkan ke wilayah-wilayah terpencil yang terdampak bencana.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bahan pokok, tetapi juga alat berat serta program pemulihan psikologis bagi anak-anak.

Polri menerapkan strategi Konvoi Kemanusiaan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan.

Sebanyak 200 personel gabungan dikerahkan dengan menggunakan 100 unit motor untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses.

Fokus utama distribusi bantuan meliputi:

* Kabupaten Padang Pariaman: Nagari Sungai Buluh Barat & Utara (Kec. Batang Anai) dan Kampung Pondok Nagari Pasie Laweh (Kec. Lubuk Alung).
* Kabupaten Agam: Wilayah Palembayan dan Maninjau.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata kehadiran negara,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

“Kami ingin memastikan sinergi pemerintah pusat dan daerah berjalan berkelanjutan hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih,” imbuhnya.

Kabar baik datang dari sektor infrastruktur, di mana Polri melaporkan progres pembangunan jembatan darurat.

Jembatan Palembayan (Agam) dan Sumani (Solok) telah rampung 100%.

Sementara itu, Jembatan Malalak (80%) dan Batang Anai (75%) dalam tahap percepatan pembangunan.

Perhatian khusus diberikan pada Jembatan Salareh Aia di Agam, yang menjadi urat nadi bagi 1.136 jiwa.

Polri mendorong peningkatan status jembatan tersebut menjadi Jembatan Bailey agar bisa dilalui kendaraan roda empat dan enam.

Hal ini dinilai krusial untuk memulihkan distribusi hasil tani seperti sawit, jagung, dan padi.

Selain infrastruktur, Polri juga fokus pada pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di tiga lokasi.

Lokasi tersebut meliputi Kapalo Koto (100 unit), Anduriang (34 unit), dan Limau Hantu (60 unit).

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Polri menyediakan 150 titik sumur bor dan 300 toren, didukung oleh 7 unit mobil tangki.

Di bidang pendidikan dan mental, 200 set seragam sekolah dan 400 pasang sepatu dibagikan kepada para siswa.

Tim psikolog juga diterjunkan untuk memberikan Trauma Healing kepada anak-anak yang terdampak bencana.

“Seluruh bantuan ini akan terus mengalir hingga Huntara selesai sepenuhnya dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal,” pungkas Wakapolri.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.