Kota PadangPemerintah

Puskesmas Anak Air Luncurkan Inovasi Bulek Rancak Tekan Angka Stunting

55
×

Puskesmas Anak Air Luncurkan Inovasi Bulek Rancak Tekan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini

Padang – Puskesmas Anak Air meluncurkan program inovasi “Bulek Rancak” (Bina Ibu Hamil KEK dan Anemia) untuk mengakselerasi penanganan serta pencegahan stunting di Kota Padang.

Sosialisasi program tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Silih Baganti, Kompleks Mega Permai, Kelurahan Padang Sarai, Sabtu (25/7/2026).

Program ini merupakan buah kolaborasi lintas sektor antara Puskesmas Anak Air dengan tim pengabdian masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Padang.

Camat Koto Tangah, Rio Ebu Pratama, membuka kegiatan tersebut didampingi Kepala Puskesmas Anak Air, Marta Nofa, dan Lurah Padang Sarai, Nasrul.

Rio memberikan apresiasi atas sinergi strategis ini dan menegaskan bahwa intervensi stunting paling efektif harus menyasar hulu, yakni sejak masa kehamilan.

“Kegiatan ini merupakan inovasi nyata untuk mencegah stunting melalui kolaborasi yang sangat baik antara jajaran puskesmas dan akademisi,” ujar Rio.

Ia berharap program “Bulek Rancak” dapat berkembang dan direplikasi oleh puskesmas lain di wilayah Kecamatan Koto Tangah.

Kepala Puskesmas Anak Air, Marta Nofa, menjelaskan bahwa ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia memiliki risiko tinggi melahirkan anak dengan gangguan tumbuh kembang serta kecerdasan.

Marta mendorong masyarakat serta kader posyandu untuk aktif memastikan ibu hamil melakukan pemeriksaan medis sejak trimester pertama.

“Tujuannya agar ibu hamil mendapatkan penanganan dini, seperti pemberian tablet tambah darah dan vitamin, sehingga anak tidak lahir dengan kondisi stunting,” tutur Marta.

Ia menambahkan, keterlambatan pemeriksaan kehamilan hingga usia kandungan tua sangat berisiko memicu pendarahan fatal saat persalinan.

Pihaknya pun secara tegas mengimbau warga agar tidak lagi melakukan proses persalinan di rumah demi keselamatan ibu dan bayi.

Lokasi sosialisasi di Kompleks Mega Permai dipilih karena kawasan tersebut memiliki target sasaran posyandu yang padat dan strategis bagi intervensi kesehatan.

Lurah Padang Sarai, Nasrul, memastikan pihaknya turut mendukung lewat pemberian makanan tambahan serta optimalisasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski demikian, Nasrul mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran pola hidup sehat di tingkat keluarga.

“Pemerintah dan tenaga kesehatan tidak akan berhenti berinovasi, namun kuncinya tetap berada pada kesadaran serta kerja sama masyarakat di rumah,” pungkasnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.