Rakor Gubernur se-Sumatera Fokuskan Konektivitas antar Provinsi

PADANG, KABARSUMBAR – Rapat koordinasi gubernur se-Sumatera memfokuskan bahasan terkait konektivitas antar provinsi guna mendorong percepatan koneksi melalui jalur darat, laut dan udara.

Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan sangat setuju jika seluruh provinsi di Sumatera terkoneksi melalui jalur udara. Sebab lebih efisien dari segi waktu dibanding jalur darat ataupun laut. Ia mengistilahkan ‘jembatan udara’.

“Dari titik ke titik di Aceh, yang terjauh kalau melalui darat 22 jam. Itu sangat tidak efektif dan efisien. Kami di Aceh memiliki belasan bandara, sedang dibangun untuk terkoneksi setiap kabupaten/kota. Konektivitas seperti ini patut juga dilakukan menghubungkan provinsi di Sumatera,” ulasnya.

Nova mengusulkan agar gubernur se-Sumatera bersama-sama berbicara dengan Kementerian Perhubungan untuk merealisasikan mimpi itu, sekaligus bernegosiasi dengan maskapai swasta supaya mau membuka penerbangan antar seluruh provinsi di Pulau Andalas.

“Perjuangan pembukaan penerbangan antar provinsi harus dilakukan bersama-sama. Begitupula kemungkinan pemberian subsidi di awal pembukaan, harus ada kolaborasi,” terangnya.

Sementara, Asisten Pemerintahan Pemprov Sumatera Utara, Jumsadi Damanik juga sepakat untuk peningkatan konektivitas melalui udara.

Apalagi jalur udara merupakan pintu masuk efektif bagi kunjungan wisata dari luar negeri. Jika seluruh provinsi terkoneksi, maka wisatawan asing dengan mudah berkeliling ke Sumatera.

“Cara promosi wisata bukan lagi menampilkan tari-tarian ke negara lain. Buka penerbangan antar provinsi di Sumatera dengan provinsi di Cina atau India misalnya. Sebab ada 600 juta penduduk Cina keluar untuk berlibur. Hampir 80 persen mereka menjelajah, singgah di Singapura 5 hari, tapi tidak singgah ke Sumatera. Ini yang perlu digiring. Jalur udara itu untuk perhubungan yang sebenarnya, bukan jalan tol. Tol itu untuk kirim barang,” ulasnya.

Berbeda lagi dari Provinsi Bangka Belitung (Babel), Wakil Gubernurnya, Abdul Fatah mengatakan pembangunan infrastruktur jangan berorientasi daratan saja. Perlu perhatian dan anggaran khusus bagi kepulauan untuk mempercepat pembangunan dan pengelolaan kelautan.

“Kami di kepulauan jangan dilupakan. Pulau Sumatera memiliki provinsi kepulauan dan perlu mengusulkan pembentukan Undang-Undang Provinsi Kepulauan,” usulnya.

Sementara Plt. Gubernur Jambi, Fachrori Umar mengusulkan agar pembangunan jalur darat dari Kerinci, Provinsi Jambi ke Bengkulu mendapat perhatian dari Kementerian Kehutanan. Sebab masih terhalang Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

“Perekonomian Jambi dan Bengkulu bisa terangkat kalau ada jalur itu. Tapi kami perlu petunjuk dari Kementerian Kehutanan, terkait jalur yang melewati TNKS,” tuturnya.

(Putri Caprita)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.