Kota SawahluntoPemerintah

Sawahlunto Tingkatkan Daging Hewan Aman Konsumsi Lewat RPH dan Puskeswan

403
×

Sawahlunto Tingkatkan Daging Hewan Aman Konsumsi Lewat RPH dan Puskeswan

Sebarkan artikel ini

Fokus utama proposal tersebut adalah penyediaan rumah potong hewan (RPH) dan pusat kesehatan hewan (Puskeswan).

Sawahlunto – Pemerintah Kota Sawahlunto mengajukan proposal kepada Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur veteriner.

Fokus utama proposal tersebut adalah penyediaan rumah potong hewan (RPH) dan pusat kesehatan hewan (Puskeswan).

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menyampaikan dua proposal prioritas secara langsung dalam audiensi dengan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Kementerian Pertanian pada Rabu, 9 Juli 2025.

“Kita sudah berdiskusi dan menyerahkan proposalnya. Dalam proposal itu ada dua usulan prioritas yaitu; pembangunan dan penyediaan sarana-prasarana rumah potong hewan, setelah itu renovasi dan pengadaan sarana bagi Puskeswan,” ujar Riyanda Putra.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Sawahlunto untuk menjamin ketersediaan makanan yang sehat dan aman dikonsumsi masyarakat, melalui pembenahan proses pemotongan hewan dan pengawasan kesehatan hewan secara menyeluruh.

Riyanda menyatakan pemerintah kota ingin memastikan masyarakat Sawahlunto mengonsumsi pangan asal hewan yang aman, higienis, dan memenuhi standar. Ia menambahkan, pembenahan akan dimulai dari hulu, yaitu infrastruktur rumah potong hewan dan layanan kesehatan hewan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Kementerian menyatakan dukungan positif terhadap program yang diajukan. Mereka juga mendorong kolaborasi lintas pihak untuk mewujudkan pelaksanaan yang optimal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Sawahlunto, Henny Purwaningsih, yang mendampingi wali kota pada pertemuan itu, menyebut Direktorat Kesmavet menyambut baik usulan Pemko Sawahlunto dan siap mendukung segala upaya yang memungkinkan percepatan pelaksanaannya.

Audiensi dan penyerahan proposal ini juga didampingi oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, yang memperkuat sinergi antara pemerintah kota dan provinsi dalam pengembangan sektor veteriner.

Menurut Riyanda Putra, peningkatan sarana RPH dan Puskeswan bukan hanya untuk menjawab kebutuhan teknis, melainkan juga bagian dari peningkatan kualitas layanan publik di bidang kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa rumah potong hewan bukan semata fasilitas teknis, tetapi bagian dari rantai kesehatan masyarakat.

“Kita perlu mengawasi agar pemotongan hewan dilakukan sesuai prosedur kesehatan dan kehalalan, demi ketenangan dan keselamatan masyarakat dalam mengonsumsi produk hewani,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa program ini selaras dengan kebijakan nasional tentang ketahanan pangan dan kesehatan veteriner, serta membuka peluang peningkatan ekonomi lokal melalui layanan RPH yang memenuhi standar nasional.

Upaya ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Sawahlunto untuk mewujudkan pelayanan kesehatan hewan dan keamanan pangan yang modern, terstandar, dan menyeluruh.

Pemerintah Kota Sawahlunto berharap sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi dapat mempercepat realisasi program yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.