Pemerintah

KAI Services Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Lowongan Kerja Palsu

52
×

KAI Services Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Lowongan Kerja Palsu

Sebarkan artikel ini
Group of adults walking beside a train at a platform in Bandung, Indonesia, outdoors during the day.
Photo by <a href="https://www.pexels.com/@firman-marek_brew-2148918143?utm_source=instant-images&utm_medium=referral">Firman Marek_Brew</a> on <a href="https://pexels.com">Pexels</a>

Jakarta – KAI Services mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya informasi lowongan kerja palsu yang beredar di media sosial.

Peringatan ini muncul menyusul temuan rekrutmen fiktif yang mencatut nama perusahaan untuk posisi Prama Prami, staf operasional parkir, hingga petugas kebersihan.

Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tidak membuka proses rekrutmen untuk posisi-posisi tersebut.

Ia menekankan bahwa seluruh informasi resmi hanya dapat diakses melalui portal karir.reska.id atau akun Instagram terverifikasi @rmu.career.

“Di kedua kanal tersebut akan disampaikan informasi lengkap dan detail mengenai persyaratan dan proses rekrutmen,” ujar Ixfan, Selasa (2/6/2026).

Pihak perusahaan juga kembali mengingatkan para pencari kerja agar tidak tergiur jika menemukan proses seleksi yang mensyaratkan pembayaran uang.

Ixfan memastikan KAI Services tidak pernah memungut biaya apa pun dalam setiap tahapan rekrutmen yang mereka selenggarakan.

“Kami tidak pernah memungut biaya apa pun dalam proses rekrutmen dan dimohon untuk mengabaikan pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu meluluskan peserta,” tegasnya.

Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan tanpa melibatkan pihak ketiga yang menawarkan jasa kelulusan dengan imbalan tertentu.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada akun media sosial yang tidak kredibel guna menghindari modus cyber recruitment fraud.

Dalam praktiknya, pelaku penipuan kerap memanfaatkan tingginya kebutuhan akan lapangan pekerjaan dengan menyebarkan informasi palsu.

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi perusahaan guna mencegah kerugian akibat tindakan penipuan tersebut.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.