Kota Padang

Rumah Aktivis Sejahtera Bina Geng Tawuran, Pemko Padang Dukung Jadi Agenda Kota

192
×

Rumah Aktivis Sejahtera Bina Geng Tawuran, Pemko Padang Dukung Jadi Agenda Kota

Sebarkan artikel ini
Foto : Diskominfo Kota Padang

Padang – Harapan baru terbuka bagi remaja yang pernah terjerat aksi geng tawuran di Kota Padang. Mereka kini diarahkan melalui pelatihan kebangsaan yang berlangsung di Sangrila Outbound Camp, Sungai Lareh, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (6/9/2026) malam.

Kegiatan ini berlanjut hingga 7 September, diinisiasi Rumah Aktivis Sejahtera lewat Perkemahan Kebangsaan Wilayah Pertahanan Idiologi Sarikat Islam Sumatera Barat. Dengan tema, “Dengan Kemah Kebangsaan Wujud Generasi Muda yang Unggul serta Penuh Solidaritas Menuju Kota Padang Bebas Tawuran”.

Acara dibuka Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi. Hadir pula Kepala Satpol PP Padang, Chandra Eka Putra, mewakili wali kota, bersama Forkopimda, tokoh masyarakat, dan pengurus Rumah Aktivis Sejahtera.

Remaja Dialihkan ke Jalan Positif

Foto : Diskominfo Kota Padang

Kasat Pol PP Padang, Chandra Eka Putra, menegaskan pemerintah kota serius menyelamatkan generasi muda dari pengaruh tawuran maupun balap liar.

“Kegiatan ini luar biasa. Energi anak muda yang sebelumnya tersalurkan untuk tawuran harus diarahkan pada hal positif. Tugas kita bersama menyelamatkan masa depan mereka. Dari sini kita berharap lahir generasi kreatif, sehat, dan inspiratif,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski dimulai di Koto Tangah, Pemko Padang siap menjadikan program ini agenda kota. “Kegiatan seperti ini harus menjadi wadah permanen. Semangat mereka jangan padam, hanya perlu diarahkan ke jalan bermanfaat,” tegasnya.

Direktur Rumah Aktivis Sejahtera sekaligus Ketua Persatuan Idiologi Sarikat Islam Sumbar, Febriyadi Putra, menyebut langkah ini diambil karena meningkatnya tawuran pelajar.

“Kami sengaja merangkul ketua geng tawuran di Koto Tangah. Syukurlah mereka bersedia ikut. Kami ingin membuka mata mereka bahwa tawuran hanya merusak moral dan masa depan. Setelah pelatihan, mereka diharapkan sadar untuk meninggalkan kebiasaan buruk itu,” jelasnya.

Ia memastikan pembinaan tidak berhenti di perkemahan ini saja. “Pendampingan tetap dilakukan. Anak muda punya energi besar, tinggal bagaimana diarahkan. Jika mereka diselamatkan, Padang akan aman dan generasi lebih tangguh,” tambahnya.

Perkemahan ini membuktikan sinergi pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan komunitas dalam menciptakan solusi nyata untuk membebaskan Padang dari ancaman tawuran.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.