Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyiapkan strategi baru untuk mengirim atlet Indonesia ke berbagai ajang internasional.
Tujuannya, meraih hasil maksimal dan berkelanjutan.
Skema baru ini membagi atlet ke dalam tiga kelas: super elit, elit, dan potensial.
Pembagian ini bertujuan untuk pembinaan dan regenerasi atlet secara jangka panjang.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan, pola ini dirancang agar pengiriman atlet tidak lagi bersifat coba-coba.
“Kami di Kemenpora mulai mempolakan pengiriman atlet ke depan. Tidak hanya super elit, elit, dan masa depan,” kata Erick Thohir.
Kemenpora ingin memastikan Indonesia terus meraih medali emas di setiap ajang internasional.
Klasifikasi atlet ini juga memastikan regenerasi berjalan terukur dan berkelanjutan.
“Regenerasi itu harus ada, tetapi pemikirannya bahwa kami tidak mengirim lagi atlet coba-coba. Kami mengirim atlet yang terbaik dan targetnya emas,” tegas Erick.
Sistem baru ini diharapkan mempermudah pengiriman kontingen Merah Putih ke ajang internasional.
Sebab, semua sudah terencana dalam jangka menengah dan panjang.
Setelah meraih 333 medali di SEA Games Thailand 2025, Kemenpora kini fokus mempersiapkan atlet terbaik untuk Asian Games Nagoya 2026.
Dengan modal peringkat kedua di SEA Games 2025 dan program regenerasi yang berjalan, Kemenpora optimistis Indonesia bisa tampil kompetitif dan meraih hasil maksimal di Asian Games mendatang.






