Pemerintah

Jumlah Penerima Manfaat MBG di Lima Puluh Kota Capai 40 Persen

73
×

Jumlah Penerima Manfaat MBG di Lima Puluh Kota Capai 40 Persen

Sebarkan artikel ini

Lima Puluh Kota – Bupati Lima Puluh Kota mengungkapkan hingga saat ini jumlah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lima Puluh Kota sudah mencapai 40 persen, dengan jumlah dapur atau SPPG 17 dari kebutuhan 35 dapur.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Lima Puluh Kota baru-baru ini usai mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti saat peresmian revitalisasi satuan pendidikan di TK Aisyiyah komplek perguruan Hj. Yuliana, Sarilamak Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Bupati Lima Puluh Kota, Safni berharap kedepannya jumlah Satuan Penyedia Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyediakan MBG bagi penerima manfaat di 13 Kecamatan dan 79 Nagari Kabupaten Lima Puluh Kota bisa terus bertambah, sehingga daerah pinggiran atau perbatasan bisa segera menikmati program Prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

“penerima manfaat MBG kita mencapai 40 persen, kita berharap kedepannya jumlah penerima manfaat terus bertambah,” ucap Bupati.

Tidak hanya penambahan penerima manfaat, Bupati juga berharap jumlah dapur atau SPPG juga bertambah.

“Tentu jumlah dapur kita harap bisa bertambah, kita dorong pelaku usaha atau masyarakat untuk berinvestasi pada program ini, sebab banyak membantu masyarakat.” tutupnya.

Sementara itu, sekolah penerima manfaat MBG di SMP N 3 Kabupaten Lima Puluh Kota, sangat apresiasi program Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan generasi emas 2045.

Sekolah berharap program tersebut bisa terus berjalan kedepannya, sebab selain membantu memenuhi gizi, MBG juga membantu meringankan beban orang tua.

“Kami sangat apresiasi MBG yang diberikan kepada pelajar atau peserta didik di sekolah ini, kami hampir 1 tahun menerima manfaat dari program prioritas presiden ini,” ucap Plt. Kepala SMP N 3 Kabupaten Limapuluh Kota, Sanca Sartika melalui wakil kesiswaan, Nur Hidayati didampingi Guru, Dona serta M. Ridho, Kamis (23/04/2026).

Ia juga mengatakan, program MBG sangat membantu penerima manfaat, sebab tidak hanya meringankan uang jajan, juga membantu orang dua dalam menyiapkan makan siang.

“Biasanya pelajar kami membawa bekal atau makan siang, namun sejak satu tahun belakangan mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya MBG, karena orangtuanya tidak perlu lagi menyiapkan bekal makan siang untuk dibawa ke sekolah,” tambahnya.

Nur Hidayati juga menambahkan, di sekolah mereka, peserta didik menerima MBG selama enam hari.

“Karena sekolah kami enam hari, Alhamdulillah untuk MBG juga mendapat selama 6 hari.” tutupnya. (Ikhlasul Ihsan)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.