KampusKota Padang

Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Rektor Tekankan Karakter

280
×

Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Rektor Tekankan Karakter

Sebarkan artikel ini
rektor-unand-pastikan-tak-ada-penutupan-prodi-sepi-peminat
Rektor UNAND Pastikan Tak Ada Penutupan Prodi Sepi Peminat

Padang – Universitas Andalas (Unand) menggelar Wisuda II Tahun 2026 untuk program Diploma III, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor pada Sabtu-Minggu (9-10/5/2026).

Sebanyak 1.321 wisudawan dari 156 program studi di 15 fakultas resmi menuntaskan pendidikan mereka di perguruan tinggi negeri tertua di luar Pulau Jawa itu.

Dalam sambutannya, Rektor Unand Efa Yonnedi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ibu dari salah seorang wisudawan, Thelma Febby Margareth Howay dari Fakultas Farmasi, yakni Rosina Eflin Kehek, yang berasal dari Sorong, Papua Barat.

Setelah itu, ia memaparkan sejumlah capaian kampus yang disebutnya terus berkembang.

Efa mengatakan Unand telah meraih akreditasi institusi Unggul dari BAN-PT yang berlaku hingga Desember 2028. Hingga 2025, sebanyak 57 persen program studi di Unand juga telah mengantongi akreditasi Unggul.

Di tingkat global, reputasi Unand ikut menguat. Dalam Times Higher Education (THE) 2025, Unand menempati peringkat ke-8 nasional, naik dari posisi 10 pada tahun sebelumnya, serta berada di posisi 201-250 dunia dalam Interdisciplinary Science Ranking THE.

Ia juga menyoroti transformasi digital Unand yang telah menerapkan tanda tangan elektronik pada ijazah, platform MyUNAND untuk layanan mahasiswa dan alumni, sistem SAKU Digital untuk efisiensi keuangan, serta Pusat Layanan Terpadu.

Menurutnya, langkah itu mencerminkan arah universitas menuju masa depan.

Sepanjang 2025, Unand meluluskan 8.180 wisudawan. Saat ini, komunitas kampus itu mencakup lebih dari 32.000 mahasiswa aktif dengan lebih dari 156 program studi.

“Semua capaian ini bukan milik pimpinan semata. Ini milik seluruh sivitas akademika,” ujar Efa.

Ia kemudian menyinggung kegelisahan para wisudawan yang baru memasuki dunia kerja, terutama soal tempat mereka akan bekerja.

“‘Saya akan bekerja di mana?’ Itu pertanyaan yang jujur. Itu pertanyaan yang manusiawi. Dan itu pertanyaan yang baik karena ia menunjukkan bahwa ananda siap bergerak,” katanya.

Ia menegaskan, dirinya berbicara bukan semata sebagai rektor, melainkan juga sebagai sosok yang telah lama mengamati dunia kerja dan dunia manusia.

Kepada wisudawan, Efa berpesan agar tidak panik jika belum memperoleh pekerjaan saat wisuda.

Menurutnya, pekerjaan pertama bukan penentu hidup, melainkan penentu cara belajar, sehingga lulusan tidak perlu menerima pekerjaan yang salah hanya karena takut dianggap menganggur.

“Yang membedakan orang sukses bukan di mana ananda mulai tapi bagaimana ananda belajar dan bergerak dari titik awal itu. Mulailah. Dari mana saja yang bisa dimulai,” ujarnya.

Ia menambahkan, dunia kerja tidak hanya mencari ijazah, tetapi juga karakter.

Efa menjelaskan, ijazah membuka pintu, sedangkan karakter membuat seseorang dipertahankan. Disiplin, komunikasi, kejujuran, dan inisiatif, kata dia, menjadi nilai yang langka dan sangat berharga di dunia kerja.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun reputasi sejak hari pertama bekerja.

Efa meminta lulusan memanfaatkan rasa belum tahu sebagai dorongan untuk bertanya dan belajar, serta menegaskan bahwa reputasi dibangun dari konsistensi pada hal-hal kecil.

Pesan lain yang ia sampaikan ialah agar wisudawan tidak menjual diri terlalu murah, namun juga tidak menuntut sebelum memberi.

“Ananda adalah lulusan universitas terakreditasi Unggul, dari kampus yang diakui dunia, kalian punya nilai yang nyata. Tapi tunjukkan dulu kontribusimu sebelum menuntut penghargaan,” katanya.

Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi karena jaringan merupakan aset yang tidak tercatat dalam transkrip nilai.

Menurutnya, banyak pintu terbuka bukan karena lamaran, melainkan rekomendasi, sehingga hubungan baik dengan dosen, teman kuliah, dan senior kampus harus terus dirawat.

Di akhir pesannya, Efa menegaskan bahwa lulusan Unand tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga membangun warisan.

Ia mengutip pepatah Minang, “Nan buto pahambuih lasuang, nan pakak palapeh badil, nan lumpuah paunyi rumah, nan kuaik paangkuik baban, nan pandai tampek batanyo, nan cadiak lawan barundiang.”

“Setiap orang punya peran. Setiap orang punya tempat. Yang penting kenali kelebihanmu, tempatkan dirimu dengan tepat, dan berikan yang terbaik dari apa yang kamu miliki,” ujarnya.

Unand juga akan merayakan Dies Natalis ke-70 dengan tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak.”

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.