NasionalPemerintah

8.507 Jemaah Haji Reguler Inap di Hotel Bintang Lima Madinah

107
×

8.507 Jemaah Haji Reguler Inap di Hotel Bintang Lima Madinah

Sebarkan artikel ini

Kebijakan ini disebut sebagai yang pertama dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia.

kemenhaj-mulai-awasi-ketat-layanan-haji-2026,-sejalan-arahan-presiden
Kemenhaj Mulai Awasi Ketat Layanan Haji 2026, Sejalan Arahan Presiden

Padang – Ribuan jemaah haji reguler Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah ditempatkan di hotel bintang lima di kawasan dekat Masjid Nabawi, Madinah.

Kebijakan ini disebut sebagai yang pertama dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia.

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Andre Rosiade, menyampaikan hal itu dalam rapat kerja Timwas Haji bersama Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Senin (18/5).

Rapat tersebut dipimpin Ketua Timwas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurizal.

“Pertama dalam sejarah, baru di era ini, baru di zaman Presiden Prabowo jemaah haji reguler ditempatkan di hotel bintang 5 di Madinah,” ujar Andre.

Pemerintah menempatkan sedikitnya 8.507 jemaah reguler di sejumlah hotel premium di kawasan Markaziyah atau Ring Road Madinah.

Kawasan ini dinilai strategis karena berdekatan dengan Masjid Nabawi, dengan jarak hotel ke masjid paling jauh sekitar 700 meter.

Anggota DPR RI, Andre Rosiade. Foto : Istimewa
Anggota DPR RI, Andre Rosiade. Foto : Istimewa

Andre merinci sejumlah hotel yang digunakan untuk menampung jemaah Indonesia.

Di antaranya Hotel Hilton Madinah yang menampung 720 jemaah, Dallah Taibah sebanyak 1.360 jemaah, dan Dar Al Eiman Intercontinental yang dihuni 289 jemaah.

Selain itu, Millennium Al Aqeeq menampung 1.600 jemaah, Maysan Al Harithia 1.300 jemaah, Sofitel Shahd Al Madinah 1.052 jemaah, Millennium Taibah 1.283 jemaah, serta InterContinental Dar Al Hijra sebanyak 903 jemaah.

Menurut Andre, penginapan yang lebih nyaman berdampak positif terhadap kondisi fisik dan psikologis jemaah, terutama lansia.

Akses yang lebih dekat ke Masjid Nabawi juga membuat mereka dapat beribadah dengan lebih tenang.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu menilai peningkatan kualitas akomodasi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki layanan haji dari tahun ke tahun.

Ia menyebut fasilitas hotel bintang lima bagi jemaah reguler sebagai perubahan besar dalam tata kelola pelayanan haji.

“Ini prestasi pertama kali dalam sejarah pelaksanaan haji di Indonesia, ada jemaah reguler mendapatkan hotel bintang lima. Itu patut diapresiasi bahwa terjadi perbaikan kinerja pelayanan yang dilakukan oleh Kementerian Haji,” tegas Ketua DPD Gerindra Sumbar tersebut.

Andre menambahkan, langkah tersebut menjadi sorotan di tengah tingginya harapan masyarakat terhadap kualitas layanan haji Indonesia.

Bagi banyak jemaah, perjalanan spiritual ke Tanah Suci kini tidak hanya menghadirkan kekhusyukan ibadah, tetapi juga pengalaman layanan yang lebih manusiawi dan nyaman.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.