Kabupaten Tanah DatarPeristiwa

Banjir Lintau Buo Rusak 67 Rumah Dan 5 Jembatan

41
×

Banjir Lintau Buo Rusak 67 Rumah Dan 5 Jembatan

Sebarkan artikel ini

Tanah Datar – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tanah Datar dalam beberapa hari terakhir memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan, yakni Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, dan Sungai Tarab.

Kondisi terparah terjadi di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, setelah Sungai Batang Tampo yang berhulu di Gunung Sago meluap pada Selasa (12/5) malam.

Luapan sungai itu menyeret lima rumah warga, memutus lima jembatan, dan merusak ratusan hektare lahan persawahan.

Bupati Tanah Datar Eka Putra bersama sejumlah pejabat daerah turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan dari wali nagari dan masyarakat.

Eka mengatakan, banjir tersebut mengakibatkan 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut, serta merusak lebih dari 100 hektare sawah masyarakat.

“Saat ini saya berada di lokasi terdampak banjir di Nagari Taluak. Berdasarkan laporan wali nagari, banjir tadi malam mengakibatkan 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut, serta merusak lebih dari seratus hektare sawah masyarakat,” kata Eka Putra, Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan kebutuhan kesehatan dan makanan warga yang mengungsi harus terjamin.

Eka juga didampingi Anggota DPRD Tanah Datar Indra Gunalan, Kalaksa BPBD, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perkim LH, Kepala Dinas Sosial, camat, dan sejumlah pejabat lainnya.

Pemerintah daerah, kata Eka, telah menyalurkan bahan makanan mentah untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Ia meminta wali nagari bersama masyarakat mengatur distribusi logistik bagi para pengungsi.

“Kami sudah menyalurkan bahan makanan mentah. Selanjutnya, wali nagari bersama masyarakat menyiapkan kebutuhan pengungsi di lapangan,” ujarnya.

Eka berharap penanganan pascabencana dapat dilakukan cepat melalui kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat.

Ia memastikan tim segera diterjunkan untuk mendata secara rinci kerusakan akibat banjir tersebut.

Eka juga menyebut banjir kali ini menjadi yang pertama terjadi selama dirinya menjabat bupati.

“Bencana banjir seperti ini baru pertama kali terjadi selama saya menjabat sebagai bupati. Sungai Batang Tampo meluap akibat curah hujan tinggi, sementara hulunya berada di Gunung Sago,” katanya.

“Nanti akan kami cek hingga ke bagian hulu untuk melihat kondisi sebenarnya. Namun saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan warga terdampak,” sambungnya.

Sementara itu, Wali Nagari Taluak Pendi Aswil mengatakan lima jembatan yang hanyut membuat sejumlah warga terisolasi. Warga yang rumahnya hanyut saat ini mengungsi ke rumah kerabat masing-masing.

Pemerintah nagari juga telah menyiapkan lokasi pengungsian di Kantor Wali Nagari Taluak untuk mengantisipasi kondisi darurat.

“Kami siaga 24 jam memantau kondisi di lapangan. Jika situasi memburuk dan warga membutuhkan tempat pengungsian, seluruh fasilitas sudah kami siapkan,” ujar Pendi.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.