PeristiwaSumatera Barat

Pemprov Sumbar Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU

68
×

Pemprov Sumbar Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU

Sebarkan artikel ini

Kondisi tersebut dipicu terganggunya distribusi BBM akibat mobil tangki yang terjebak kemacetan di sejumlah titik jalur distribusi, meski stok BBM di Terminal BBM Teluk Kabung dipastikan dalam kondisi aman.

Padang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) mengungkap penyebab utama mengularnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU dalam sepekan terakhir.

Kondisi tersebut dipicu terganggunya distribusi BBM akibat mobil tangki yang terjebak kemacetan di sejumlah titik jalur distribusi, meski stok BBM di Terminal BBM Teluk Kabung dipastikan dalam kondisi aman.

Berdasarkan rilis resmi Pemprov Sumbar, antrean yang terjadi sebelumnya semakin parah setelah mobil tangki (MT) pengangkut BBM tertahan di tiga titik kemacetan utama.

Akibatnya, pasokan BBM terlambat tiba di SPBU sehingga waktu jeda ketersediaan BBM bertambah menjadi sekitar 2 hingga 5 jam.

“Antrian yang terjadi sebelumnya, diperparah oleh tertahannya mobil tanki (MT) di 3 titik kemacetan pada jalur distribusi BBM. Kondisi ini menyebabkan BBM terlambat sampai di SPBU. Waktu jeda ketersediaan BBM di SPBU semakin lama, menjadi 2-5 jam, membuat kendaraan harus menunggu datangnya BBM,” demikian dijelaskan dalam rilis tersebut.

Pemprov juga menyebut meningkatnya volume kendaraan yang masuk ke Sumatera Barat selama masa libur sekolah turut memperburuk kondisi antrean, terutama di wilayah tujuan wisata.

Terdapat tiga titik kemacetan yang menjadi penyebab utama terhambatnya distribusi BBM, yakni Jembatan Jurai di Bungus, kawasan Sitinjau Lauik, dan Lembah Anai.

Di Jembatan Jurai, arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup karena adanya pekerjaan perbaikan jembatan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Mobil tangki yang mengangkut BBM dari Terminal BBM Teluk Kabung menuju SPBU maupun sebaliknya harus mengantre hingga 2-3 jam.

Sementara di Sitinjau Lauik, kemacetan yang hampir terjadi setiap hari menyebabkan mobil tangki mengalami waktu tunggu lebih lama, berkisar 5-7 jam. Kemacetan juga terjadi di kedua arah sehingga menghambat distribusi BBM menuju berbagai daerah.

Adapun di Lembah Anai, proses pemulihan jalan pascabencana hidrometeorologi yang belum sepenuhnya selesai masih menyebabkan kepadatan lalu lintas. Mobil tangki dilaporkan dapat tertahan sekitar 30 menit hingga satu jam.

Akumulasi hambatan distribusi tersebut menyebabkan sekitar 500 kiloliter BBM per hari belum dapat disalurkan tepat waktu. Angka tersebut hampir sepertiga dari rata-rata konsumsi harian Sumatera Barat yang mencapai sekitar 1.800 kiloliter.

Meski demikian, Pemprov Sumbar menegaskan stok BBM di Terminal BBM Teluk Kabung tetap tersedia dalam jumlah memadai.

Per 9 Juli 2026, stok Pertalite tercatat mencapai 34.572 kiloliter, Solar 12.284 kiloliter, Pertamax 2.123 kiloliter, serta Pertamax Turbo 1.572 kiloliter.

“Stok BBM di IT Teluk Kabung dalam kondisi aman. Namun, hambatan distribusi menyebabkan volume tidak terangkut (outstanding) yang berdampak pada kelancaran penyaluran,” tulis Pemprov Sumbar.

Untuk mempercepat normalisasi distribusi, berbagai langkah telah dilakukan bersama Pertamina dan instansi terkait.

Di antaranya mengoperasikan Terminal BBM Teluk Kabung selama 24 jam, memberikan prioritas bagi mobil tangki melintasi Jembatan Darurat Bungus pada malam hari, melakukan rekayasa lalu lintas, mempercepat pekerjaan perbaikan jembatan, menambah jam pelayanan pengisian BBM di SPBU selama 2-3 jam, serta melakukan pemantauan harian terhadap proses pemulihan distribusi.

Sejak 5 Juli 2026, realisasi penyaluran BBM juga terus ditingkatkan dari sekitar 4.200 kiloliter menjadi 4.600 kiloliter per hari atau meningkat sekitar 15 persen dibanding rata-rata penyaluran harian.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat sekaligus mengurangi antrean di SPBU di berbagai daerah di Sumatera Barat.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.