EkonomiPeristiwaSumatera Barat

Bukan Langka, Ini Penyebab Antrean Panjang BBM di SPBU Sumbar

97
×

Bukan Langka, Ini Penyebab Antrean Panjang BBM di SPBU Sumbar

Sebarkan artikel ini

Hiswana Migas menepis isu kelangkaan yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belakangan ini.

Padang – Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumatera Barat, Ridwan Hosen, menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Barat dalam kondisi aman dan mencukupi.

Dia menepis isu kelangkaan yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belakangan ini.

Menurut Ridwan, fenomena antrean yang terjadi murni disebabkan oleh keterlambatan pengiriman akibat gangguan pada jalur transportasi dan perbaikan infrastruktur jalan di beberapa titik.

“Tidak ada kelangkaan BBM. Baik Pertalite, Biosolar, maupun produk non-subsidi lainnya, semua tersedia. Masalahnya hanya pada distribusi yang melambat karena kendala prasarana transportasi yang sedang dalam perbaikan,” ujar Ridwan, Selasa (7/7/2026).

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan panic buying.

Ridwan memastikan seluruh SPBU di Sumatera Barat tetap beroperasi normal untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Kami mewakili seluruh SPBU di Sumbar siap melayani. Mohon masyarakat bersabar dan mari kita jaga situasi agar tetap kondusif,” tambahnya.

Di sisi lain, Ridwan memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah responsif Pertamina Patra Niaga dalam memitigasi hambatan distribusi.

Pertamina telah melakukan serangkaian langkah strategis, mulai dari memajukan jam operasional terminal BBM menjadi pukul 00.00 WIB-dari jadwal normal pukul 06.00 WIB-hingga menambah armada mobil tangki.

Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memberikan pengawalan khusus bagi kendaraan pengangkut BBM agar dapat menembus titik-titik kemacetan dengan lebih cepat.

“Upaya Pertamina sudah sangat maksimal. Penambahan armada dan pengawalan kepolisian sangat membantu mempercepat pasokan sampai ke SPBU,” jelasnya.

Meski penanganan saat ini dinilai efektif, Ridwan memandang situasi ini sebagai momentum krusial untuk memperkuat infrastruktur energi di Sumatera Barat.

Hiswana Migas secara tegas mendorong penambahan Integrated Terminal sebagai penyangga pasokan di daerah.

“Kami berharap ke depan ada penambahan *integrated terminal* di Sumatera Barat. Fasilitas ini akan meningkatkan kapasitas penyimpanan dan membuat distribusi jauh lebih fleksibel jika terjadi gangguan transportasi, bencana, atau perbaikan jalan di masa depan,” ungkap Ridwan.

Ia optimistis, dengan sinergi antara pemerintah dan Pertamina, penguatan infrastruktur distribusi BBM dapat segera direalisasikan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan energi daerah sekaligus meminimalisir risiko keterlambatan pasokan yang berdampak pada kenyamanan masyarakat.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.