Kabupaten AgamRagam

Pemkab Agam Abadikan Jejak Sejarah Rasyid Bagindo Magek di Taman Makam Pahlawan

100
×

Pemkab Agam Abadikan Jejak Sejarah Rasyid Bagindo Magek di Taman Makam Pahlawan

Sebarkan artikel ini

Lubuk Basung – Peringatan 118 tahun Perang Manggopoh diwarnai prosesi sakral peletakan tanah makam pejuang Rasyid Bagindo Magek di Taman Makam Pahlawan (TMP) Siti Manggopoh, Senin (15/6).

Tanah tersebut dibawa langsung dari lokasi pengasingan sang pejuang di Pemakaman Islam Kota Manado sebagai simbol kembalinya spirit perjuangan ke tanah kelahiran.

Prosesi khidmat ini dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, didampingi Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Tanah tersebut sebelumnya telah dijemput oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur DPRD Sumatera Barat, pemerintah nagari se-Kecamatan Lubuk Basung, dan akademisi Universitas Negeri Padang pada 14 Mei lalu.

Rasyid Bagindo Magek merupakan tokoh sentral dalam Perang Belasting 1908.

Selain dikenal sebagai suami dari pahlawan nasional Siti Manggopoh, ia merupakan komandan pasukan rahasia yang menyusun strategi perlawanan terhadap kebijakan pajak kolonial Belanda.

Akibat kegigihannya, ia ditangkap dan diasingkan ke Manado hingga wafat di tanah rantau.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa peletakan tanah makam ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi bagi pengabdian Rasyid.

Ia menyatakan, meski jasad sang pejuang tidak dapat dibawa pulang, kehadiran tanah makamnya di TMP Siti Manggopoh menjadi simbol kehadiran semangat perjuangannya bagi masyarakat Sumatera Barat.

“Rasyid Bagindo Magek adalah pejuang besar dalam Perang Manggopoh dan Perang Kamang. Semangat perjuangannya harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi membangun daerah dan bangsa,” ujar Vasko.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menilai momentum ini krusial untuk melengkapi narasi sejarah perjuangan di Manggopoh. Kehadiran tanah makam tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diraih melalui kolaborasi banyak tokoh, termasuk mereka yang selama ini belum tercatat luas dalam sejarah nasional.

Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen untuk terus melestarikan nilai-nilai historis ini sebagai instrumen pendidikan karakter. “Semangat persatuan dan keberanian para pejuang adalah modal penting bagi kita dalam membangun Kabupaten Agam yang lebih baik ke depan,” tegas Iqbal.

Rangkaian peringatan ditutup dengan kegiatan tabur bunga di area TMP Siti Manggopoh sebagai wujud penghormatan kepada seluruh pejuang.

Saat ini, masyarakat Manggopoh bersama pemerintah daerah juga terus mengupayakan pengusulan Siti Manggopoh sebagai Pahlawan Nasional sebagai bentuk apresiasi atas jejak perjuangannya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.