Pemerintah

Satgas TMMD/N 50 di Buluh Kasok Percepat Pembangunan Pompanisasi Untuk Antisipasi Kekeringan

133
×

Satgas TMMD/N 50 di Buluh Kasok Percepat Pembangunan Pompanisasi Untuk Antisipasi Kekeringan

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota – Sektor pertanian di Jorong Buluh Kasok kini resmi dinyatakan masuk dalam status “Siaga Tempur” melawan kekeringan. Melalui Operasi Teritorial TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) ke-129 Tahun Anggaran 2026, Komando Distrik Militer (Kodim) 0306/50 Kota langsung mengambil tindakan ofensif, tancap gas menggelar sistem pompanisasi demi menyulap kawasan tersebut menjadi lumbung pangan yang tangguh.

Penerjun-penerjun infrastruktur dari TNI ini bergerak cepat di Jorong Buluh Kasok, Kenagarian Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Langkah taktis ini menjadi jawaban konkret komando kewilayahan dalam menghancurkan kendala pengairan yang selama ini mencekik produktivitas petani setempat, terutama saat musim kemarau melanda.

Di bawah komando langsung Letnan Kolonel Inf Adi Nofriadi Nata selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD/N, personel gabungan dari tim teknisi dan pasukan penyuluh dikerahkan untuk membaur bersama masyarakat. Mereka melakukan penetrasi dan akselerasi massal untuk mempercepat penyelesaian proyek vital tersebut.

”Gotong royong ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan kemitraan erat antara TNI dan rakyat yang menjadi fondasi pertahanan kekuatan bangsa dan tidak dapat dipatahkan,” tegas Letkol Inf Adi Nofriadi Nata dengan nada instruktif di sela-sela peninjauan medan, Jumat (17/7/2026).

Perjuangan fisik pasukan gabungan di lapangan terbilang tidak mudah. Melintasi medan menantang sepanjang berkilo-kilometer, personel TNI dan warga harus berjibaku memasang unit pipa, pompa, membangun benteng rumah pompa, hingga menarik jaringan pipa logistik air menuju titik sasaran.

Kehadiran sistem pompanisasi baru ini diproyeksikan bakal mendongkrak hasil pertanian secara signifikan. Dengan pasokan air yang berhasil diamankan sepanjang tahun, frekuensi panen atau indeks pertanaman dapat ditingkatkan ke level maksimal. Secara kalkulasi taktis, petani kini tidak perlu lagi membuang biaya ekstra yang tinggi untuk menyewa alat pompa mandiri saat kemarau pasif.

Strateginya pun tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Petani setempat langsung diberikan pembekalan intensif mengenai cara pengoperasian serta perawatan sistem pompa, tak ubahnya melatih pasukan cadangan agar mampu mengoperasikan alutsista secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain memenangkan pertempuran di sektor irigasi pertanian, operasi TMMD ke-129 ini juga berhasil mengamankan suplai air bersih yang layak untuk kebutuhan domestik harian masyarakat setempat. (Ikhlasul Ihsan)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.