Pemerintah

Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Aceh Lewat Sektor Tambak Kopi

65
×

Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Aceh Lewat Sektor Tambak Kopi

Sebarkan artikel ini

Aceh – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memacu pemulihan ekonomi masyarakat Aceh melalui revitalisasi sektor tambak dan perkebunan kopi.

Program ini menjadi bagian dari lima klaster prioritas Satgas PRR untuk memulihkan mata pencaharian warga secara berkelanjutan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 15.000 hektare tambak yang terdampak bencana dapat kembali beroperasi penuh pada akhir 2026.

Sebagai langkah awal, pemerintah mematok target 5.200 hektare tambak berfungsi kembali paling lambat September 2026.

Hingga akhir Juli lalu, sebanyak 694 hektare tambak telah aktif memproduksi benih udang, bandeng, kakap, hingga nila salin.

Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktopura, menegaskan fokus utama program ini adalah mengembalikan produktivitas masyarakat, bukan sekadar memperbaiki infrastruktur fisik.

Ia menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan bantuan benih dan pakan agar petambak dapat langsung memulai budidaya usai rehabilitasi lahan selesai.

Pernyataan tersebut disampaikan Andy saat meninjau langsung lokasi tambak di wilayah Pidie dan Pidie Jaya.

Guna mempercepat proses tersebut, KKP menyalurkan delapan unit ekskavator khusus untuk rehabilitasi tambak di berbagai kabupaten di Aceh.

Nelayan setempat juga menerima dukungan berupa bantuan mesin kapal dan 100 unit kotak pendingin berkapasitas 300 liter untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.

Pengaktifan kembali tambak diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan dengan potensi omzet mencapai Rp30 juta per hektare dalam satu siklus panen tiga bulan.

Fazil, seorang petambak asal Pidie Jaya, menilai bantuan benih dan pakan tersebut menjadi modal krusial untuk membangkitkan kembali usahanya.

Ia mengaku bantuan ini sangat membantu petambak untuk kembali beroperasi dan optimistis dapat segera melakukan panen.

Selain sektor perikanan, pemerintah turut menyasar sektor perkebunan dengan menyiapkan 4 juta bibit kopi bagi petani di kawasan Gayo.

Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Safrizal ZA, mengatakan bantuan bibit kopi bertujuan menstimulasi ekonomi daerah melalui komoditas unggulan.

Menurutnya, langkah ini merupakan upaya strategis untuk mengakselerasi pemulihan perekonomian Aceh yang sempat terpuruk akibat bencana.

Seluruh bantuan sarana produksi ini diberikan secara gratis dengan pendampingan intensif dari penyuluh lapangan hingga masa panen tiba.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.