Pemerintah

Wabup Limapuluh Kota Buka Lomba dan Festival Seni Budaya Tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Limapuluh Kota

62
×

Wabup Limapuluh Kota Buka Lomba dan Festival Seni Budaya Tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Limapuluh Kota

Sebarkan artikel ini

Limapuluh Kota – Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha secara resmi membuka kegiatan Lomba dan Festival Seni Budaya Tahun 2026, yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (03/08/2026).

Dalam sambutannya ia mengapresiasi Lomba dan Festival Seni Budaya yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota akan melahirkan hal-hal positif kedepannya.

“Dengan kegiatan ini kita akan dikenal sebagai daerah yang berbudaya melalui tulisan dan lainnya, Budaya tidak hanya tampilan saja”, ucapnya.

Kita berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan talenta-talenta minangkabau yang dapat membuat karya-karya yang bisa mengharumkan daerah.

“Diharapkan kegiatan ini dapat melahirkan talenta-talenta minangkabau yang dapat membuat karya-karya yang bisa mengharumkan daerah”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Antoni yang didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan, Sarnen Indra saat menyampaikan laporan menyebut bahwa kegiatan telah dimulai sejak Rabu lalu dan akan berakhir Kamis nanti.

“Rangkaian kegiatan telah kita mulai sejak Rabu lalu, dan akan berakhir Kamis nanti. Kegiatan ini dalam rangka melestarikan budaya yang kita miliki. Nantinya hasil lomba menulis cerita rakyat, akan kita bukukuan (jadikan buku) sehingga bermanfaat kedepannya”, ujarnya.

Beberapa kegiatan yang sebelumnya telah terlakaksana, menulis cerita rakyat. Sementara kegiatan yang sedang terlaksana, bercerita legenda Minang dan Badendang Minang.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa kegiatan yang digelar untuk terus menjaga kelestarian berbagai kekayaan budaya di Minangkabau, terutama di Kabupaten Limapuluh Kota.

“Kita gelar berbagai kegiatan berupa lomba dan festival seni budaya untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya kita, terutama di Kabupaten Limapuluh Kota,” tutupnya.

Beberapa cerita atau legenda Minangkabau yang disampaikan oleh peserta dalam lomba tersebut yakni, Sampelong Sati, Keramat Tuanku Taram, Malin Kundang.

Menariknya, dalam lomba bercerita Legenda Minangkabau tersebut, Dewan Juri menyampaikan bahwa kriteria penilaian diantaranya adalah menggunakan Bahasa Minangkabau dan bukan Bahasa Indonesia yang di Minangkabaukan. (Ikhlasul Ihsan)

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.