Kota PadangPemerintah

Tinjau SMPN 41, Wali Kota Padang Pastikan Pemulihan Sekolah Terdampak Banjir Dikebut

65
×

Tinjau SMPN 41, Wali Kota Padang Pastikan Pemulihan Sekolah Terdampak Banjir Dikebut

Sebarkan artikel ini

Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang bergerak tanggap darurat merespons musibah banjir yang melanda kawasan tersebut pada Senin (3/8/2026).

Sektor pendidikan menjadi salah satu sektor yang mengalami pukulan telak akibat bencana ini, dengan catatan sedikitnya 92 satuan pendidikan dari berbagai jenjang-mulai dari PAUD, SD, PKBM, hingga SMP-terendam air.

Demi memastikan proses pemulihan berjalan optimal, Wali Kota Padang Fadly Amran turun langsung memantau kondisi lapangan di SMP Negeri 41 Padang pada Selasa (4/8/2026).

Fasilitas pendidikan ini diidentifikasi sebagai salah satu titik yang mengalami kerusakan terparah akibat luapan air.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota tampak didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yopi Krislova, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fadelan Fitra Masta, serta jajaran dewan guru SMPN 41 Padang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, memaparkan bahwa dari data sementara yang dihimpun pihaknya, total ada 92 sekolah yang terimbas genangan.

Rinciannya meliputi 38 TK dan PAUD, 1 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 43 Sekolah Dasar (SD), serta 10 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari puluhan fasilitas itu, Yopi menyebut SMPN 41 dan SMPN 27 sebagai dua institusi yang mengalami dampak terberat.

“Dari data yang baru kami himpun, ada sekitar 92 sekolah terdampak. Hari ini kami mendampingi Pak Wali Kota meninjau SMPN 41 yang kondisinya cukup parah. Sebenarnya sekolah yang mengalami dampak paling berat ada dua, yaitu SMPN 41 dan SMPN 27,” terang Yopi di lokasi.

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, Pemkot Padang memutuskan untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah yang terdampak.

Kebijakan ini diambil karena banyak tenaga pendidik yang kediamannya turut terendam banjir, sehingga masih harus fokus membersihkan rumah masing-masing.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah dan kelayakan fasilitas menjadi prioritas utama sebelum KBM diaktifkan kembali.

“Kami berharap, sebagaimana arahan Pak Wali Kota, dalam dua hari ini pembersihan rampung dilaksanakan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat-besok atau lusa-proses belajar mengajar sudah bisa dimulai kembali,” imbuh Yopi optimis.

Saat ini, sinergi lintas instansi yang melibatkan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran Pemkot Padang, serta pihak sekolah terus digencarkan.

Fokus utama kerja bakti ini adalah mengevakuasi sisa endapan lumpur serta memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak. Seluruh rangkaian pemulihan ini dipatok selesai dalam tempo dua hari agar para siswa dapat kembali menimba ilmu dengan aman dan nyaman.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.