BudayaKabupaten Tanah Datar

Tanah Datar Lestarikan Tradisi Alua Pasambahan Melalui Lomba Pidato Adat

65
×

Tanah Datar Lestarikan Tradisi Alua Pasambahan Melalui Lomba Pidato Adat

Sebarkan artikel ini

Batusangkar – Balai Adat Tantejo Gurhano, Tanah Datar, menjadi panggung bagi 24 grup perwakilan kecamatan yang unjuk kebolehan dalam lomba pidato adat alua pasambahan, Kamis (6/8/2026). Ajang ini menegaskan komitmen daerah dalam menjaga napas tradisi lisan Minangkabau di tengah arus modernisasi.

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, yang membuka langsung kompetisi tersebut, menegaskan bahwa alua pasambahan melampaui sekadar seni tutur. Baginya, praktik ini merupakan instrumen diplomasi yang sarat akan etika dan norma sosial.

“Ini bukan hanya soal merangkai kata. Alua pasambahan adalah sistem norma, tata krama, dan diplomasi khas Minangkabau. Ia mengajarkan cara berkomunikasi yang halus dan penuh penghormatan agar tidak menyinggung perasaan lawan bicara,” ujar Fadly.

Ia pun menaruh harapan besar pada dewan juri agar menjaga integritas dalam penilaian. Menurutnya, objektivitas juri menjadi kunci lahirnya generasi muda yang mumpuni dalam menguasai khazanah budaya lokal.

Ketua LKAAM Tanah Datar, Aresno Dt. Andomo, menyoroti lonjakan partisipasi yang drastis pada tahun ini. Jika penyelenggaraan perdana hanya menarik enam grup, kini jumlah peserta membengkak menjadi 24 grup, dengan mayoritas kontestan berusia 16 hingga 21 tahun.

“Antusiasme generasi muda kita sangat tinggi. Para pemenang nantinya akan menerima penghargaan saat upacara peringatan HUT RI ke-81 tingkat kabupaten,” ungkap Aresno.

Di sela perhelatan tersebut, Mustafa Akmal Dt. Sidi Ali turut meluncurkan buku memoar perjalanan hidupnya. Karya yang dirampungkan selama dua tahun itu mendokumentasikan rekam jejaknya sebagai wartawan, ASN, dosen, hingga advokat.

“Saya berharap catatan perjalanan ini bermanfaat dan mampu menjadi inspirasi bagi banyak orang,” tutur Mustafa, yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana kegiatan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Tanah Datar Nurhamdi Zahari, jajaran kepala dinas, serta para tokoh adat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi sinyal kuat upaya kolektif pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga marwah budaya di Tanah Datar.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.