TANAH DATAR – Puluhan peternak ayam di Kabupaten Tanah Datar terancam gulung tikar akibat kelangkaan pasokan jagung yang memicu krisis bahan baku pakan. Kondisi darurat ini mendorong perwakilan peternak menemui Bupati Eka Putra di Pagaruyung, Rabu (4/11/2026), guna menuntut solusi cepat pemerintah daerah.
Perwakilan peternak, Ari, mengungkapkan kecemasannya mengenai keberlangsungan usaha di lapangan. Ia menyebut ketiadaan stok jagung tidak hanya memukul operasional harian, tetapi juga memicu risiko gagal bayar cicilan modal ke perbankan.
“Tanpa pasokan yang cukup, banyak peternak terancam gulung tikar,” ujar Ari.
Kebutuhan pakan di wilayah tersebut kini mencapai 600 ton per hari untuk menopang ayam petelur dan pedaging. Ari mendesak pemerintah segera memfasilitasi akses jagung bersubsidi dari Bulog sekaligus membangun program ketahanan pangan khusus jagung yang lebih tangguh.
Menanggapi desakan tersebut, Bupati Eka Putra menyatakan komitmen untuk mengoptimalkan produksi lokal sebagai jalan keluar jangka panjang. Pemerintah daerah berencana menggarap lahan kosong dengan melibatkan peternak dalam kelompok tani.
“Kami akan memanfaatkan lahan kosong untuk penanaman jagung. Syaratnya, kami akan bekerja sama dengan peternak dalam bentuk kelompok tani,” tegas Eka Putra.
Selain menggenjot swasembada, pemerintah daerah akan melobi Kementerian Pertanian untuk mendapatkan alokasi bantuan jagung. Eka menginstruksikan seluruh peternak segera melakukan pendataan kebutuhan riil di lapangan agar distribusi bantuan nantinya tepat sasaran.
“Kami minta kerja sama seluruh peternak ayam untuk menyampaikan kebutuhan masing-masing. Dengan demikian, kuota setiap peternak menjadi jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.






