Internasional

Pengungsi Gaza Terpaksa Berdesakan Isi Daya Ponsel

3157
×

Pengungsi Gaza Terpaksa Berdesakan Isi Daya Ponsel

Sebarkan artikel ini
Bagaimana Cara Warga Mengisi Baterai Ponsel pada Daerah Wilayah Gaza yang mana mana Tanpa Listrik?

Gaza – Di tengah konflik yang berkepanjangan, para pengungsi di Jalur Gaza kesulitan mengisi daya ponsel mereka. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan listrik di wilayah tersebut.

Ponsel merupakan salah satu alat penyelamat bagi pengungsi Gaza. Mereka menggunakan ponsel untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman, mencari informasi, dan penerangan di malam hari.

“Setiap hari kami datang ke sini selama tiga atau empat jam untuk mengisi daya ponsel kami,” kata Mohammed Abu Skheta, seorang pengungsi yang melarikan diri dari kamp pengungsi Al-Shati di Gaza Utara ke tenda di Rafah, Gaza Selatan.

“Sangat sulit untuk mengisi daya ponsel hingga penuh. Kami hanya bisa mencapai 50 atau 60 persen, paling banyak 70 persen,” kata dia.

Tempat pengisian daya ponsel di luar Rumah Sakit Emirat di Rafah populer karena gratis. Rumah sakit mengizinkan para pengungsi menyambungkan kabel ke stopkontak, yang dialiri oleh listrik dari panel surya atau generator, jika tersedia bahan bakar untuk itu.

Di tempat lain, beberapa rumah tangga atau usaha kecil yang memiliki panel surya memperbolehkan orang untuk mengisi daya ponsel, tetapi seringkali dengan biaya tertentu yang tidak semua orang mampu membayarnya.

“Keadaan keuangan saya sulit, sehingga saya harus mencari alternatif seperti mengisi daya ponsel ke rumah sakit atau toko, tanpa membayar uang,” kata Abu Skheta.

Selain ponsel, perangkat elektronik lain yang membutuhkan pengisian daya secara teratur juga menjadi masalah bagi para pengungsi. Mohamad Abu Taha, seorang tukang cukur di Rafah, menyatakan ia mengandalkan panel surya di rumah keluarganya untuk mengisi ulang alat cukur listriknya di sela-sela pekerjaan.

“Hampir setiap potong rambut, saya menyuruh keponakan saya mengisi daya alat cukurnya. Saya harus memberi tahu pelanggan bahwa jika cuaca cerah saya bisa bekerja, jika tidak, maka saya tidak bisa,” ungkap dia.

Kesulitan pengungsi Gaza dalam mengisi daya ponsel mereka merupakan salah satu dampak dari konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada aspek kehidupan sehari-hari.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.