
PADANG, KABARSUMBAR – Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan perlu memperkuat ketahanan keluarga guna mengatasi dan mencegah generasi muda tidak terpengaruh perilaku menyimpang yang dilakukan para pelaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).
Dikatakannya, keluarga memiliki peran sangat primer untuk mencegah anak-anaknya terjebak pada perilaku penyimpangannya seksual.
Terutama dalam membentuk kepribadian, watak, moral dan etika anggota keluarga yang sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat, bangsa dan negara.
“Secara psikologis para pelaku LGBT ini sangat rentan terhadap terjangkit virus HIV, untuk itu mereka perlu dirangkul dan diobati bukan malah dibenci,” kata Irwan di Padang, Kamis (29/11/2018).
Gubenur Sumbar mengatakan perlunya memperkuat dan mempercepat perda ketahanan keluarga karena telah mencakupi seluruhnya tentang pembinaan terhadap keluarga.
“Kami akan percepat Perda itu segera, dalam waktu dekat ini,” katanya.
Dijelaskannya perda ketahanan keluarga lebih kuat untuk masuk ke ranah tersebut dibandingkan dengan memasukannya ke Perda maksiat yang lahir sejak tahun 2001.
Selain itu, faktor lingkungan berpengaruh terhadapa penyebaran LGBT. Untuk itu mesti dijaga, baik dari lingkungan sekolah, tempat tinggal dan masyarakat. Seperti di sekolah, peranan kepala sekolah dan guru dalam memberikan pemamahaman tentang bahaya LGBT.
Begitupun, dilingkungan masyarakat. Tokoh masyarakat mesti terlibat mengawasi pergaulan generasi muda agar tidak terjerumus kepada perilaku menyimpang ini.
Sambungnya, untuk pencegahan dan penanganan perilaku menyimpang LGBT, bagi yang ingin berubah, Pemprov Sumbar bersedia memberikan bantuan yakni, tenaga profesional seperti dokter ataupun psikiater.
Terakhir, Pemprov Sumbar menyatakan tidak anti terhadap pelaku LGBT namun, perbuatan tersebut tentu menyalahi norma adat dan agama yang berlaku di Sumbar.
“Perilaku tersebutlah yang tidak bisa ditolerir,” tutupnya.
(Putri Caprita)





