Semarang – Sebanyak 14 Amil Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) dari berbagai daerah di Sumatera Barat mengikuti Pelatihan Sekolah Amil dan Uji Kompetensi Sertifikasi Amil berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Kegiatan yang berlangsung pada 2–5 November 2026 di Semarang ini menjadi bagian dari upaya memperkuat profesionalisme dan meningkatkan kualitas tata kelola zakat.
Keikutsertaan 14 perwakilan Lazismu Sumatera Barat tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membangun pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan standar kompetensi nasional.
Para peserta berasal dari kantor Lazismu Wilayah Sumatera Barat dan sejumlah kantor daerah yang telah menjalani proses penataan kelembagaan dan pengelolaan, termasuk kantor daerah yang mengikuti Audit Kinerja tahun 2025.
Adapun peserta dari Lazismu Wilayah Sumatera Barat terdiri dari Afdi Efendi, Sekretaris Lazismu Wilayah Sumatera Barat, Amirul Ramli, Manager Area, Roza Rahmadani, Staf Pengarsipan, Dimas Araydi Vangga, Staf Administrasi, M. Daffa Bintang O, Staf Program, serta Nabila Aufa Rahmadani, Staf Keuangan.
Sementara itu, perwakilan kantor daerah meliputi Yuska Putra, Ketua Lazismu Padang Panjang, Mutiara Suci Wulandari, Sekretaris Lazismu Padang Panjang, Wasrobu Miriskillah, Sekretaris Lazismu Sijunjung, Isman, Ketua Lazismu Dharmasraya, Emri Agus, Fundraising Lazismu Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Ahmad Habibi dari bidang penghimpunan Lazismu Kota Pariaman, Riza Yulianti, Sekretaris Lazismu Kota Sawahlunto, serta Desman dari bidang penghimpunan dan kerja sama Lazismu Kota Payakumbuh.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua tahapan, yakni pada 2–4 November 2026, peserta mengikuti pembelajaran melalui program Sekolah Amil dengan materi manajerial dan teknis pengelolaan filantropi Islam modern.
Materi yang diberikan mencakup penguatan regulasi zakat, strategi penghimpunan dana atau fundraising, manajemen risiko, pendistribusian dan pendayagunaan dana berbasis dampak (impact-based), hingga penyusunan laporan keuangan yang transparan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109.
Selanjutnya, pada 5 November 2026, seluruh peserta menjalani asesmen dan uji kompetensi yang dilakukan oleh asesor resmi BNSP. Proses tersebut bertujuan mengukur kemampuan peserta berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam berbagai aspek pengelolaan zakat.
Ketua Lazismu Sumatera Barat, Zainal Akil, mengatakan sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya harapan masyarakat terhadap profesionalisme dan transparansi lembaga pengelola zakat.
Menurutnya, pengelolaan dana umat tidak cukup hanya mengandalkan niat baik dan keikhlasan, tetapi juga harus didukung integritas serta kemampuan profesional yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Tuntutan pengelolaan dana umat hari ini bukan hanya soal niat ikhlas, melainkan integritas dan kompetensi profesional yang terukur. Dengan keikutsertaan 14 amil dalam sertifikasi BNSP ini, kami ingin memastikan dana ZIS yang diamanahkan para muzaki dikelola secara aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI,” ungkap Zainal.
Senada dengan itu, Manager Area Lazismu Sumatera Barat, M. Amirul Ramli, berharap kehadiran amil yang memiliki sertifikasi kompetensi BNSP dapat menjadi penggerak transformasi kelembagaan di tingkat wilayah, daerah, hingga cabang.
Ia menilai standarisasi kompetensi tersebut menjadi modal penting bagi Lazismu untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial dakwah, dan kemanusiaan.
“Dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Lazismu Sumatera Barat diharapkan mampu menghadirkan program yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.” Tutupnya.
Upaya peningkatan kompetensi ini sekaligus menjadi bagian dari tanggung jawab Lazismu dalam menjaga kepercayaan para muzaki dan donatur yang telah menitipkan dana ZIS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui penguatan profesionalisme amil, Lazismu Sumatera Barat berharap pengelolaan dana umat dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta menghadirkan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Ikhlasul Ihsan/rel)






