BMKG Peringatkan Rakyat Sumbar Akan Bencana Hidrometeorologi

Pantuaan dari radar BMKG-Minangkabau, Sabtu (26/5/2018). Photo : BMKG-Minangkabau.
Pantuaan dari radar BMKG-Minangkabau, Sabtu (26/5/2018). Photo : BMKG-Minangkabau.
Pantuaan dari radar BMKG-Minangkabau, Sabtu (26/5/2018). Photo : BMKG-Minangkabau.
Pantuaan dari radar BMKG-Minangkabau, Sabtu (26/5/2018). Photo : BMKG-Minangkabau.

PADANG, KABARSUMBAR-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengingatkan masyarakat atas meningkatnya bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah Sumatera Barat, Sabtu (26/5/2018).

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG, Budi Iman Samiaji mengatakan, bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi.

“Bisa banjir, genangan air, ataupun longsor serta gelombang tinggi,” kata Budi saat dihubungi Kabarsumbar, Sabtu (26/5/2018).

Diperkirakan kondisi ini akan masih terus berlangsung sampai keesokan harinya. Menurut Budi, kondisi saat ini dikarenakan macam fenomena, seperti pola angin, sehingga terjadi konvergensi yang kemudian memicu skala atmotfer skala lokal atau luas di setiap wilayah dengan kelembaban udara cukup tinggi disertai kondisi uap air.

“Diperkirakan sampai besok, jam enam sore,” kata Budi berdasarkan pantauan radar BMKG Minangkabau.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai sejumlah wilayah, seperti Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kota Padang Panjang dan Agam (Malalak, Maninjau) serta Kota Bukittinggi, Pasaman Barat.

“Hampir 80 persen di wilayah Sumbar, kalau di Padang seperti di Teluk Bayur, Teluk Kabung, Sitinjau, Lubuk Begalung,” pungkasnya.

[lidairak]