Kabupaten Tanah Datar

Bupati Eka Putra Waspadai Ancaman Galodo Susulan di Batipuh Selatan

211
×

Bupati Eka Putra Waspadai Ancaman Galodo Susulan di Batipuh Selatan

Sebarkan artikel ini
Foto : Internet

Tanah Datar – Banjir bandang Batipuh Selatan kembali menjadi sorotan setelah Bupati Tanahdatar, Eka Putra, meninjau langsung wilayah terdampak galodo.

Peninjauan berlangsung di Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanahdatar, Sabtu (29/11/2025).

Selain itu, Bupati turun bersama TNI, Polri, OPD terkait, camat, dan wali nagari setempat. Rombongan meninjau tenda pengungsian serta pembersihan material banjir yang menyumbat aliran sungai.

Selanjutnya, Bupati menerbangkan drone untuk memantau perbukitan yang sebelumnya mengalami longsor.
Dari pantauan udara, longsor masih aktif dan material kayu besar menumpuk di jalur aliran air.

“Potensi bencana tetap ada. Pantauan drone menunjukkan longsor masih terjadi dan material kayu belum bergerak,” kata Eka Putra.

Karena itu, ia menilai ancaman banjir bandang susulan masih sangat mungkin terjadi.

Oleh sebab itu, Bupati mengimbau warga Padang Laweh dan Guguak Malalo bersedia dievakuasi demi keselamatan.

Enam Titik Terdampak, Evakuasi Terus Dipercepat

Bupati menjelaskan, banjir bandang Batipuh Selatan terjadi di enam titik berbeda. Pemerintah daerah kini fokus mengevakuasi warga guna mengantisipasi banjir susulan.

Sebagai langkah awal, posko pengungsian dan dapur umum didirikan di Nagari Batu Taba. Sementara itu, Polri membuka dapur umum tambahan di Nagari Padang Laweh Malalo.

Selain makanan, bantuan sembako terus disalurkan kepada warga terdampak. Alat berat juga diturunkan untuk membersihkan material banjir serta membuka akses evakuasi darat.

“Jalur darat kami buka agar distribusi makanan tidak lagi bergantung pada akses danau,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati meninjau jalan amblas dan rumah nyaris terbelah di Jorong Padang Kunyik. Lokasi tersebut berada di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh.

Di kawasan itu, tercatat 12 rumah terdampak dan 130 kepala keluarga terisolasi. Pemerintah daerah kemudian meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu, pemerintah mengatur pemisahan pengungsi balita dari pengungsi dewasa. Langkah ini dilakukan guna mencegah penyakit dan menjaga pemenuhan gizi anak.

Pada saat bersamaan, Tim Penggerak PKK menyalurkan perlengkapan bayi, bantal, dan tikar. Usai dari Batu Taba dan Malalo, Bupati melanjutkan peninjauan ke Batipuah Baruah dan Nagari Tambangan.

Di lokasi terakhir, bantuan lanjutan kembali diserahkan kepada warga terdampak bencana.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.