Camat di Payakumbuh Dicopot Usai Unggah Video ‘Ala’ Citayem Fashion Week

Payakumbuh – Seorang Camat di Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh Dewi Novita dikabarkan dicopot usai menggunggah sebuah video dirinya yang memperagakan ala Citayem Fashion Week pada sosial medianya.

Dalam pengakuannya, Dewi mengaku kecewa atas sikap MUI Kota Payakumbuh yang menilai dirinya telah melanggar norma agama, dan adat istiadat.

Kekecawaannya itu diungka via video TikTok pada akun @dewi.centong.

Dia mengaku kecewa karena menganggap MUI Kota Payakumbuh tidak objektif dalam mengeluarkan pendapat dan komentar, sehingga berujung pencopotannya dirinya sebagai seorang Camat.

“Aku seorang Camat di Kota Payakumbuh pernah ikutan membuat video viral ala Citayam Fashion Week dengan maksud hati sebagai konten yang biasa-biasa saja, tanpa ada maksud melanggar norma agama atau adat istiadat Minangkabau,” kata Dewi dikutip dari videonya tersebut, Minggu (7/8).

Komentar MUI Kota Payakumbuh tersebut, disebut Dewi merupakan awal mula permasalahan terhadap dirinya muncul. Karir yang selama ini sudah dibangun Dewi dalam pemerintahan jadi hancur seketika.

“Dari komen MUI itu malapetaka hadir, karir yang aku bangun sekian lama hancur hanya gara-gara komen yang sangat tidak objektif dari MUI,” sebutnya lagi.

MUI, kata Dewi, melaporkan video yang dia buat tersebut ke Walikota Payakumbuh. Akhirnya, Dewi diberhentikan sebagai Camat Payakumbuh Timur.

“Terima kasih MUI Kota Payakumbuh sudah membuat hancur semua impianku,” kata Dewi.

Yang membuat dia heran adalah sikap MUI Kota Payakumbuh yang terkesan tebang pilih. Pasalnya MUI tidak mengeluarkan komentar serupa terhadap konten-konten serupa yang pernah dibuat di beberapa daerah di Sumbar.

“Tapi yang anehnya daerah lain di Sumbar yang membuat video seperti ini tidak dikomen sama sekali. Apakah ini salah satu cara untuk menghancurkanku sehingga semua impianku hancur lebur dalam sekejap mata,” kata Dewi.

“Sekali lagi aku ucapkan ribuan terima kasih kepada MUI Kota Payakumbuh dan Provinsi Sumatra Barat atas komen yang sangat tidak berdasar sehingga menghancurkan impianku dan dua orang anakku,” sebut Dewi.

Seperti diketahui pada kolom komentar akun sosial medianya, MUI kota Payakumbuh meminta agar postingan Dewi agar segera dihapus, karena dianggap telah melanggar norma dan adat istiadat Minangkabau.