Dana Bumnag Jangan Habis Hanya untuk Operasional

  • Bagikan
Ketua Forum Bumdes Indonesia Febby Dt Bangso memberikan motivasi kepada pengelola Bumnag. Foto : Hijrah Adi Sukrial
Ketua Forum Bumdes Indonesia Febby Dt Bangso memberikan motivasi kepada pengelola Bumnag. Foto : Hijrah Adi Sukrial
Ketua Forum Bumdes Indonesia Febby Dt Bangso memberikan motivasi kepada pengelola Bumnag. Foto : Hijrah Adi Sukrial
Ketua Forum Bumdes Indonesia Febby Dt Bangso memberikan motivasi kepada pengelola Bumnag. Foto : Hijrah Adi Sukrial

BUKITTINGGI, KABARSUMBAR – Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag) di Sumbar harus bisa menjadi Bumdes Percontohan Nasional, sehingga akan dikunjungi oleh Bumdes, dinas-dinas dan DPRD dari daerah-daerah lain di Indonesia. Selain itu, Bumnag juga bisa mendapatkan dana stimulan yang lebih besar dari Kemendes PDTT.

Hal di atas disampaikan Ketua Forum Bumdes Indonesia yang juga Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) Febby Dt Bangso pada Bimbingan Teknis BUMNag Model Menuju BUMDes Percontohan Nasional untuk BUMNag/BUMDes penerima bantuan anggaran 2018 di Hotel Pusako Bukittinggi, Senin (16/7/2018).

Jika di Sumbar ada minimal 10 Bumdes Percontohan Nasional, maka akan berduyun-duyun pengurus Bumnag, kepala desa, dinas terkait dan anggota dewan yang akan berkunjung ke Bumnag tersebut.

Baca Juga :  Danramil 1207-06/Sungai Ambawang Dampingi Satgas TMMD Ke-111 Kodim 1207/Pontianak Mengecat Tiang Bendera

Jika Bumnag sudah jadi percontohan nasional, secara otomatis menjadi destinasi wisata studi banding. Pengurus Bumnag diminta jadi pemateri, oleh-oleh dan souvernir akan laku, dan banyak multiplier effect lainnya.

“Ada 74.000 desa di Indonesia, ini potensi besar yang bisa datang berwisata studi banding ke Sumbar. Syaratnya harus ada Bumnag model/percontohan,” ulasnya.

Febby mengingatkan, jangan sampai dana Bumnag hanya habis untuk operasional Bumnag saja, namun bermanfaat untuk menghasilkan pendapatan asli nagari melalui usaha-usaha kreatif dan inovatif yang dilaksanakan.

Menurut Febby Dt Bangso, Bumnag harus mengerti potensi dan masalah di nagari tersebut. Sehingga, Bumnag bisa memaksimalkan potensi yang ada serta mengatasi masalah di nagari tersebut.

“Jangan sampai program yang dibuat hanya untuk mengakomodir maunya wali nagari dan dewan pengawas saja, namun betul-betul sesuai dengan potensi daerah. Kalau tidak tahu, tanya ke yang tahu. Kemendes menggandeng perguruan tinggi dan media untuk mendampingi Bumnag menuju Bumdes Percontohan Nasional,” terangnya.

Baca Juga :  Perpres No. 86/2018 Semakin Memperkuat Bumdes

Diharapkannya, pemanfaatan dana desa jangan hanya untuk pembangunan jalan semata. Hendaknya juga mengembangkan BUMNag sebagai penopang kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, majunya BUMNag nantinya tidak hanya mengutamakan untung rugi. Tapi dampaknya pada dampak sosial.

“Sosial benefitnya akan ada jika BUMNag maju. Contohnya usaha keuangan perbankan, dengan mempermudah masyarakat adalah sosial benefit,” ujarnya.

Kemendes dan PDTT memberikan bimbingan teknis BUMNag menuju BUMDes percontohan nasional untuk BUMNag/BUMDes penerima bantuan anggaran 2018 di Hotel Pusako Bukittinggi, Senin (16/7). Bimtek tersebut diikuti oleh pengurus BUMNag se Sumbar.

(Hijrah Adi Sukrial)

  • Bagikan