Padang – DPW Partai NasDem Sumatera Barat menggelar konferensi pers di NasDem Tower Sumbar, Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini sekaligus menanggapi isu penggabungan Partai NasDem dan Partai Gerindra.
Fokus utama pernyataan tertuju pada cover Majalah Tempo edisi 12–17 April 2026.
DPW Partai NasDem Sumatera Barat menyatakan cover tersebut tidak mencerminkan prinsip jurnalisme beretika dan berimbang.
Selain itu, mereka menilai visualisasi cover telah melampaui batas kritik yang sehat.
Visual tersebut juga dinilai membangun framing yang tidak proporsional terhadap tokoh bangsa. Termasuk di dalamnya, Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Meski demikian, DPW Partai NasDem Sumatera Barat tetap menegaskan kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. Kebebasan tersebut harus dihormati oleh seluruh pihak dalam kehidupan berbangsa.
Akan tetapi, kebebasan pers tidak bersifat tanpa batas dan wajib dijalankan secara bertanggung jawab.
Media juga harus menjunjung tinggi etika, profesionalitas, serta tanggung jawab publik. Kritik seharusnya disampaikan berbasis data, fakta, dan substansi yang jelas.
Sebaliknya, pendekatan visual yang menyesatkan dinilai berpotensi membentuk opini publik yang keliru.
Karena itu, jurnalisme harus tetap menjaga objektivitas, keseimbangan, serta martabat informasi.
DPW Partai NasDem Sumatera Barat menegaskan sikap ini bukan bentuk penolakan terhadap kritik. Melainkan sebagai pengingat agar praktik pers tetap berada dalam koridor etika.
Selain itu, sikap tersebut juga bertujuan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.
Sehubungan dengan itu, DPW Partai NasDem Sumatera Barat meminta Majalah Tempo menyampaikan permohonan maaf resmi.
Permintaan tersebut ditujukan kepada Surya Paloh dan Partai NasDem melalui kanal media mereka.
NasDem Sumbar Tetap Solid

Wakil Sekretaris Bidang Isu dan Kebijakan Publik, Nasrul, menyebut kondisi ini menimbulkan kegelisahan di Sumatera Barat.
”Cover ini sangat melukai hati. kami berharap permintaan maaf ini segera direalisasikan,” ujarnya
Disisi lain, DPW Partai NasDem Sumatera Barat menegaskan seluruh jajaran partai tetap solid.
Nasrul menambahkan DPW Partai NasDem Sumatera Barat berkomitmen menjaga marwah partai serta mendukung demokrasi yang sehat dan menegaskan identitas sebagai partai restorasi dan perubahan.
“Komitmen politik tanpa mahar telah terbukti secara nyata. Selain itu, koordinasi terus dilakukan hingga seluruh anggota di berbagai tingkatan. Baik di DPR RI, DPRD Sumbar, maupun DPRD kabupaten dan kota,” tambahnya
Terkait isu penggabungan partai, Nasrul mengatakan DPW Partai NasDem Sumatera Barat belum menerima arahan resmi.
“Seperti kata kak Willy Aditya, ini bukan masalah penggabungan, tetapi ini kalau istilah beliau (willy) ada politik blok. Sampai sekarang belum ada arahan,”ucapnya






