Gempa Mentawai Akibat Thrust Fault

Pusat Gempabumi tektonik yang baru-baru ini terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (18/6/2018).
Pusat Gempabumi tektonik yang baru-baru ini terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (18/6/2018).
Pusat Gempabumi tektonik yang baru-baru ini terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (18/6/2018).
Pusat Gempabumi tektonik yang baru-baru ini terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (18/6/2018).

MENTAWAI, KABARSUMBAR—Pasca gempabumi tektonik menggempakan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) dengan kekuatan 4,9 Skala Richter (SR) pukul 16.48, Senin (18/6/2018). Belum ada aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Hasil tersebut berdasarkan hasil monitoring BMKG, pukul 17.13 WIB. Disamping itu, diminta masyarakat diminta agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, kata Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, Senin senja.

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,55 LS dan 99,86 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 63 km arah tenggara Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar pada kedalaman 21 Km.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona megathrust pagai utara,” katanya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (Thrust Fault). Ia meneruskan, dampak gempa berdasarkan peta tingkat guncangan BMKG dan laporan masyarkat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Pagai Utara, Pesisir Selatan, dan Padang pada skala intensitas II – III MMI.

Sedangkan di Siberut, Sikakap, dan Tua Pejat dalam skala intensitas II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi Tsunami,” pungkasnya.

[Putri Caprita]