Hari Kelima, Bocah Hanyut di Pantai Muaro Sasak Masih Belum Ditemukan

Tim gabungan tengah melakukan pencarian terhadap bocah yang hanyut di Pantai Muaro Sasak, Pasaman Barat, Jumat 22 Juni 2018. Foto : Putri Caprita
Tim gabungan tengah melakukan pencarian terhadap bocah yang hanyut di Pantai Muaro Sasak, Pasaman Barat, Jumat 22 Juni 2018. Foto : Putri Caprita

Tim gabungan tengah melakukan pencarian terhadap bocah yang hanyut di Pantai Muaro Sasak, Pasaman Barat, Jumat 22 Juni 2018. Foto : Putri Caprita

Tim gabungan tengah melakukan pencarian terhadap bocah yang hanyut di Pantai Muaro Sasak, Pasaman Barat, Jumat 22 Juni 2018. Foto : Putri CapritaPADANG, KABARSUMBAR – Tim gabungan pencarian yang terdiri dari Basarnas, BPBD dan insan kebencanaan masih belum menemukan Alfa, bocah yang dinyatakan hilang sejak Senin (18/6/2018) sore lalu.

“Pada hari kelima ini, kami masih melakukan penyisiran di sekitar hilangnya anak tersebut. Tidak ada perluasan, mengingat kondisi cuaca saat ini yang susah ditebak,” ujar Kepala Pos SAR Pasaman, Zulfahmi, Jumat (22/6/2018).

Zulfahmi menyebutkan, pencarian terhadap korban dilakukan tidak jauh dari lokasi hilangnya bocah laki-laki tersebut.

“Bahkan masyarakat dan nelayan setempat juga ikut melakukan pencarian untuk memudahkan petugas menemukan korban,” katanya

Pihaknya juga menggunakan jaring ikan untuk melakukan pencarian, berharap korban tersangkut jaring ikan dan mudah untuk dievakuasi.

“Tim gabungan pencarian yang terdiri dari Basarnas, BPBD, dan insan kebencanaan masih akan terus melakukan pencarian, sampai dua hari lagi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah diketahui bernama Alfa dinyatakan hanyut usai berenang bersama tiga rekannya di Pantai Muaro Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat pada Senin (18/6/2018) sekitar pukul 15.30 WIB.

Alfa terlepas dari pengawasan orang tuanya dan asyik bermain bersama tiga rekannya bernama Ikram (13), Dio (10) dan Devin (10).

“Saat kejadian arus ombak memang sedang tinggi yang membuat korban dibawa hingga ke tengah laut,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Tri Waluyo.

[Putri Caprita]