LaNyalla Sebut Vaksinasi Covid-19 Dapat Tekan Defisit

Foto : internet

Jakarta – Dalam menekankan defisit hingga di bawah tiga persen dalam tiga tahun ini, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mattalitti, menilai kesuksesan vaksinasi Covid-19 akan menentukan target pemerintah tersebut.

“Target pemerintah menekan defisit hingga di bawah tiga persen dalam waktu tiga tahun akan ditentukan dengan penekanan dan pengendalian Covid-19,” kata LaNyalla di Jakarta pada Selasa, 5 Januari 2021.

Menurutnya, menekan penyebaran Covid-19 juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan pemerintah dalam mencapai target tersebut. Sebab, jika Covid-19 tak terkendali maka akan sulit untuk mrncapai target tersebut.

“Keberhasilan pemerintah mengendalikan kasus Covid-19 melalui vaksinasi akan berpengaruh besar dalam pemulihan ekonomi nasional,” tegasnya.

Ia juga berharap proses vaksinasi massal yang dalam waktu dekat akan dilakukan di seluruh daerah di Indonesia berjalan sukses tanpa kendala.

Ditambahkannya, vaksin Covid-19 akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat global kepada Indonesia, yang diyakininya akan membuat perekonomian nasional kembali bergerak.

Untuk itu, ia meminta semua pihak untuk bersama-sama menekan laju Covid-19, salah satunya dengan mengikuti vaksinasi massal sebagaimana diatur pemerintah.

“Ketertiban kita dalam mengikuti vaksinasi massal akan berdampak pada pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19. Vaksinasi massal Covid-19 ini juga akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat global dalam berbagai sektor kepada Indonesia. Orientasi akhirnya adalah bergeraknya kembali ekonomi rakyat, yang berarti laju defisit bisa teratasi. Dengan kata lain, pemulihan perekonomian nasional sedang berlangsung dan berangsur-angsur membaik,” kata LaNyalla.

Melalui UU Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bisa diperlebar menjadi di atas 3 persen.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa ini karena Covid-19 berdampak luar biasa terhadap perekonomian. Oleh sebab itu, menaikkan ambang batas maksimal defisit terpaksa dilakukan pemerintah.

“Ini konsekuensi yang harus kita tangani dengan sangat serius, yaitu bagaimana defisit diturunkan lagi dalam tiga tahun. Ini jangka waktu sangat ambisius,” katanya melalui diskusi virtual. Namun, vaksinasi massal Covid-19 dianggap bisa menjadi pemicu percepatan target pemerintah menurunkan beban defisit menjadi tiga persen, bahkan di bawah angka tersebut bila berlangsung sukses.

Saat ini, vaksin Covid-19 telah didistribusikan ke seluruh pelosok Tanah Air. Serta masyarakat akan mendapatkan vaksin jenis Sinovac tersebut dalam waktu dekat

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.