Pemerintah

Menkomdigi Minta Publik Hentikan Sebaran Video Kecelakaan KRL

33
×

Menkomdigi Minta Publik Hentikan Sebaran Video Kecelakaan KRL

Sebarkan artikel ini

Ia menegaskan, pengendalian penyebaran konten semacam itu sangat bergantung pada kesadaran publik.

Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid meminta masyarakat menghentikan penyebaran video kecelakaan KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/04/2026) malam.

Ia menegaskan, pengendalian penyebaran konten semacam itu sangat bergantung pada kesadaran publik.

Imbauan tersebut disampaikan Meutya saat ditemui di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa (28/04/2026).

Dalam situasi musibah, menurut dia, masyarakat seharusnya tidak menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan untuk dibagikan ke ruang digital.

“Kita sedang berhadapan dengan musibah yang sangat menyesakkan. Saya minta tidak ada yang memanfaatkan, apalagi menyebarkan konten yang justru melukai korban dan keluarganya,” kata Meutya.

Ia menilai tidak semua peristiwa layak diunggah ke media sosial. Dalam kasus video kecelakaan itu, Meutya menyoroti dua risiko utama ketika konten menjadi viral.

Risiko pertama adalah beredarnya informasi yang belum terverifikasi.

Risiko kedua, menurut dia, adalah pengulangan visual yang mengerikan dan dapat memicu trauma psikologis, terutama bagi keluarga korban.

“Walaupun informasinya benar, kalau terus diulang-ulang, dampaknya bisa sangat buruk secara psikis bagi keluarga yang sedang berduka,” ujarnya.

Meutya menegaskan, seruan tersebut didasari pertimbangan kemanusiaan.

Ia meminta masyarakat tidak menyebarkan konten secara berlebihan maupun membagikan informasi yang menyesatkan karena dapat berdampak buruk bagi korban dan keluarga mereka.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.