Pemko Bukittinggi Gelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan

  • Bagikan

Bukittinggi – Dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi hari ini, gelar musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan di Balairung Rumah Dinas Walikota, Belakang Balok pada Senin, 5 Maret 2021.

Kepala Bapelitbang Kota Bukittinggi, Rismal Hadi dalam press release menyampaikan, Musrenbang RKPD merupakan forum antar pemangku kepentingan Kota dalam rangka membahas rancangan rencana kerja Pemerintah Daerah dan merupakan salah satu tahapan dalam penyusunan RKPD Kota Bukittinggi Tahun 2022.

” Musrenbang RKPD atau Musrenbang tingkat kota ini merupakan tahap akhir setelah sebelumnya pada 2 hingga 11 Februari 2021 diselenggarakan Musrenbang Kelurahan, serta Musrenbang Kecamatan pada 15 dan 16 Februari 2021 lalu,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, sesuai amanat Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

” Salah satu pendekatan yang dipakai dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah adalah pendekatan secara Top Down dan Bottom Up Planning yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan sampai tingkat kota dan dilanjutkan ke tingkat provinsi dan nasional,” jelasnya.

Serta hasil Musrenbang tingkat kota ini, akan dijadikan bahan penyempurnaan rancangan RKPD Kota Bukittinggi Tahun 2022.

” Penyelenggaraan Musrenbang RKPD bertujuan untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan Daerah dengan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan daerah Prov. Sumatera Barat, membahas dan menyepakati program serta kegiatan pembangunan Kota, dan menyepakati prioritas pembangunan Daerah serta program kegiatan prioritas Daerah,” imbuhnya.

Dalam sambutannyo Wako Erman Safar memaparkan, visi Kota Bukittinggi 2021-2026 adalah Menciptakan Bukittinggi Hebat Berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Yang dijabarkan dalam tujuh misi, yaitu Hebat sektor peningkatan ekonomi kerakyatan, Hebat dalam sektor pendidikan, Hebat sektor kesehatan dan lingkungan, Hebat dalam sektor kepariwisataan, seni budaya dan olahraga, Hebat dalam tata kelola pemerintahan, Hebat dalam sektor sosial kemasyarakatan, dan Hebat dalam sektor pertanian.

“Langkah konkritnya, kita upayakan membuat city branding Great Bukittinggi, Branding tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan citra positif untuk meningkatkan persepsi yang dimiliki dan dapat membantu meningkatkan daya saing Kota Bukittinggi secara keseluruhan,” ujar Wako.

Ia juga memaparkan tujuan dari musrenbang tersebut, untuk menjadi sarana pemasaran yang baik untuk memperkuat identitas Bukittinggi. Kita menumpang pada nama besar Bung Hatta. Sehingga ke depannya, kita punya kebersamaan dalam penyebutan nama Bukittinggi.

” Penjenamaan (branding) Great Bukittinggi atau Bukittinggi Hebat itu, dikuatkan dengan adanya nilai budaya, didukung kondisi geografis Kota, serta dukungan sektor pariwisata. Selanjutnya, penjenamaan tersebut juga ditunjang dengan Bukittinggi yang memiliki produk lokal, kuliner, sejarah dan tokoh-tokoh yang mendunia,” jelas Erman.

Selain itu, beberapa upaya percepatan pembangunan kota Bukittinggi juga telah dilakukan. Pada rapat koordinasi dengan Pemprov Sumbar beberapa waktu lalu, Pemko Bukittinggi telah mengusulkan beberapa kegiatan, diantaranya, pembangunan saluran induk Simpang Jambu Air, peningkatan jalan By Pass (trotoar dan drainase), pembangunan TPA regional, penataan kawasan stasiun PT. KAI, pembangunan baru jembatan Ngarai Sianok, revitalisasi Pasar Bawah dan lain sebagainya.

“Kami juga telah menemui Menteri Perdagangan, Menteri BUMN dan Menteri Kesehatan. Ini dilakukan untuk bagaimana menggaet dana dari Pusat agar dapat membantu percepatan pembangunan di berbagai bidang di kota Bukittinggi,” imbuh Wako.

Wako juga menyampaikan rencana untuk pembangunan Sudirman Streed Food, Minangkabau Night Market, penataan Pasar Lereng, revitalisasi Pasar Bawah, dan sejumlah kegiatan lainnya.

  • Bagikan