Kota PariamanPemerintah

Pemko Pariaman Terima Bantuan Tong Sampah Terpilah untuk Pemanfaatan Sampah

229
×

Pemko Pariaman Terima Bantuan Tong Sampah Terpilah untuk Pemanfaatan Sampah

Sebarkan artikel ini
terima-tong-sampah-terpilah-bantuan-pt-semen-padang,-pemko-pariaman-ingin-jadi-percontohan
Terima Tong Sampah Terpilah Bantuan PT Semen Padang, Pemko Pariaman Ingin Jadi Percontohan

Pariaman – Pemerintah Kota Pariaman menerima sembilan tong sampah terpilah dari PT Semen Padang untuk mendukung pengelolaan sampah di daerah itu.

Bantuan tersebut diserahkan tim Semen Padang dan diterima langsung Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Pariaman, Rabu (6/5/2026).

Dalam pertemuan itu, Yota Balad didampingi Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar, serta kepala dinas terkait. Kunjungan tim Semen Padang juga menindaklanjuti rencana kerja sama pengelolaan sampah antara kedua pihak.

Tong sampah terpilah itu akan digunakan untuk memisahkan limbah organik dan anorganik dari sumbernya.

Langkah ini diharapkan memudahkan daur ulang, mengoptimalkan pengelolaan sampah, meningkatkan nilai jual sampah, serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Mulyadi menegaskan Pemko Pariaman serius menangani persoalan sampah. Ia menyebut produksi sampah organik dan anorganik di TPA Tungkal Selatan mencapai 45 ton per hari.

“Pemko Pariaman terus berupaya mengatasi permasalahan sampah yang menjadi tantangan besar bagi daerah. Produksi sampah organik dan anorganik di TPA Tungkal Selatan per hari itu mencapai 45 ton. Namun saat ini, untuk mengatasi volume, sampah ini sebelum masuk ke TPA sudah bisa didaur ulang terlebih dahulu menggunakan mesin pencacah sampah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemko Pariaman memiliki tiga unit mesin pencacah sampah yang telah menghasilkan pupuk kompos bernilai ekonomis.

Menurut dia, alat itu memperkecil ukuran limbah agar proses pengomposan lebih cepat dan efisien.

“Mesin pencacah sampah ini berfungsi memperkecil ukuran limbah menjadi potongan kecil untuk mempercepat proses pengomposan. Alat ini meningkatkan efisiensi produksi kompos, mengurangi volume sampah di TPA, serta mengubah limbah daun, ranting, dan sisa makanan menjadi pupuk organik padat/cair yang bernilai ekonomis,” kata Mulyadi.

Mulyadi juga mengatakan pupuk hasil olahan sampah tersebut sudah dimanfaatkan dan terbukti membuat tanaman subur. Namun, ia mengakui pupuk itu belum bisa disalurkan lebih luas.

“Dengan kunjungan tim PT Semen Padang hari ini, Insya Allah minggu depan kita akan melaksanakan MoU dengan PT Semen Padang agar pupuk yang dihasilkan ini bisa dimanfaatkan,” sebutnya.

Ia berharap Pariaman bisa menjadi daerah percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Sumbar dalam pengelolaan sampah. Sementara itu, Staf Alternative Fuel & Raw Material (AFR) PT Semen Padang, Musytaqim Nasra, mengatakan kunjungan tersebut berfokus pada pengelolaan sampah di Pariaman.

“Informasi dari Pemko Pariaman bahwa Kota Pariaman memiliki alat pencacah sampah dan sudah ada produk yang dihasilkan. Target kita adalah bagaimana produk tersebut bisa termanfaatkan dan memberikan nilai lebih untuk Kota Pariaman,” ujarnya.

Musytaqim menjelaskan, dalam waktu dekat PT Semen Padang dan Pemko Pariaman akan menandatangani MoU dan perjanjian kerja sama terkait produk sampah terolah.

Ia mengatakan kesepakatan itu akan memuat pembagian peran dan pola kerja sama pengolahan sampah.

“MoU nantinya akan dijelaskan apa yang disediakan oleh Pemko Pariaman dan Semen Padang dan pola kerja samanya juga seperti apa dalam pengolahan sampah. MoU ini akan menjadi yang pertama di Sumbar jika cepat terlaksana,” katanya.

Ia menambahkan, di Sumbar, Semen Padang menjadi pihak pertama yang menerima sampah dalam bentuk cacahan atau sudah diolah dan bisa langsung dimanfaatkan.

“Kita berharap dengan MoU nanti, bisa mengurangi atau membantu pengolahan sampah di Kota Pariaman dan bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah lainnya,” ujarnya.

Baca Kabarsumbar.com lebih update via Google News, Klik Disini atau Join Telegram Disini.